2 Perampok Pemilik Warung Kelontong Tewas Ditembak Polisi

2 Perampok Pemilik Warung Kelontong Tewas Ditembak Polisi
Ilustrasi ( Foto: Istimewa )
Bayu Marhaenjati / JAS Jumat, 3 April 2020 | 14:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi berhasil membekuk kelompok perampok sadis yang menewaskan pemilik warung kelontong atas nama Fauzan (33), di Jalan Putri Tunggal Gang Telkom RT 07 RW 03, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok. Enam pelaku ambruk ditembak polisi, dua di antaranya tewas.

"Enam pelaku telah ditangkap, dan karena melawan maka dilakukan tindakan tegas terukur. Empat pelaku ditembak kakinya dan dua pelaku tewas," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, Jumat (3/4/2020).

Dikatakan Yusri, keenam pelaku bernama Arul, Ala, Wanda, Yansen, Gilang, dan Pratama itu merupakan satu kelompok garong yang tidak segan-segan melukai, bahkan membunuh korbannya dengan senjata tajam pada saat beraksi. Para pelaku mengaku sudah belasan kali melakukan perampokan di kawasan Depok.

Di antaranya, menyasar tukang jamu sekitar pukul 23.00 WIB, Selasa (31/3/2020) lalu. Korban atas nama Nasri mengalami kerugian uang, satu sepeda motor, dan dua ponsel.

Kemudian, tanggal 1 April 2020, sekitar pukul 04.30 WIB, mereka menyatroni warung kelontong milik Fauzan. Korban tewas karena dibacok di bagian dada, dan kehilangan uang tunai Rp 2 juta serta kalung emas.

Selanjutnya, pada hari yang sama, kelompok itu merampok tiga orang pedagang tahu sumedang. Korban pertama bernama Arda mengalami luka bacok di pungggung, telinga putus, kepala sobek, dan jari manis tangan kiri sobek. Kemudian, korban Emen mengalami luka sobek di perut, dan luka sobek di kaki kanan serta kiri. Terakhir atas nama Tino menderita luka sobek kaki kanan dan kiri.

"Kerugian yang dialami korban satu sepeda motor dan satu handphone dibawa para pelaku," ungkapnya.

Yusri menyampaikan, selain tiga lokasi di atas, kelompok bandit sadis itu juga telah melakukan perampokan di sejumlah lokasi lain.

"Para pelaku mengakui telah melakukan perampokan di 10 TKP (tempat kejadian perkara) yang lain," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com