PN Depok Vonis Hukum Mati Polisi Terdakwa Kasus Narkoba

PN Depok Vonis Hukum Mati Polisi Terdakwa Kasus Narkoba
Ilustrasi pengadilan (Foto: Istimewa)
Bhakti Hariani / JAS Jumat, 15 Mei 2020 | 17:19 WIB

Depok, Beritasatu.com - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok Muhammad Iqbal Hutabarat sebagai Hakim Ketua Majelis dan Forci Nilpa Darma serta Nugraha Medica Prakasa, sebagai hakim anggota memvonis hukuman mati terhadap tiga terdakwa kasus narkoba yaitu Hartono, Faisal, dan Muhammad Mahmuji. Hartono dan Faisal adalah anggota Polri.

Ketiga terdakwa itu, masing-masing dengan perkara pidana nomor perkara 56/Pid.Sus/2020/PN.Dpk atas nama terdakwa Hartono dan Faisal.

Kemudian perkara pidana dengan nomor perkara 121/Pid.Sus/2020/Pn.Dpk atas nama terdakwa Muhammad Mahmuji, sidang digelar secara telekonferensi.

"Sidang telekonferensi turut dihadiri oleh Jaksa Penuntut Umum, para terdakwa yang didampingi Penasehat Hukum terdakwa Syarifuddin Abubakar dari LBKH Pelita Justitia," kata Humas PN Depok Ahmad Fadil saat dikonfirmasi, Jumat (15/5/2020) di Depok, Jawa Barat.

Dalam amar putusan Majelis Hakim terhadap perkara 56/Pid.Sus/2020/PN.Dpk atas nama terdakwa Hartono dan Faisal, masing-masing terdakwa tersebut dinyatakan terbukti bersalah sebagaimana dakwaan dan tuntutan penuntut umum yaitu melanggar Pasal 114 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Masing-masing dijatuhi pidana mati ditambah dengan pidana tambahan yaitu mencabut hak komunikasi terdakwa tersebut dengan siapapun.

"Putusan yang sama dijatuhkan terhadap perkara 121/Pid.Sus/2020/Pn.Dpk atas nama terdakwa Muhammad Mahmuji. Putusan ini sama dengan tuntutan JPU," kata Fadil.

Sebagaimana pertimbangan hukum yang telah dibacakan majelis hakim dalam putusannya, pidana mati tersebut dijatuhkan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yakni jumlah narkotika jenis sabu tersebut cukup banyak yaitu 37,9 kilogram, dan terdakwa Hartono dan Faisal masing-masing adalah anggota kepolisian yang tentunya mengerti hukum dan semestinya menjadi contoh bagi masyarakat.

"Mereka bertiga merupakan sindikat jaringan narkotika yang besar, yang mana asal mula narkotika jenis sabu yang mereka dapat adalah berasal dari Batam," kata Fadil.

Meski demikian lanjut Fadil, terhadap putusan yang dibacakan tersebut masih dapat dilakukan upaya hukum baik itu oleh para terdakwa maupun oleh jaksa penuntut umum. 

Hartono dan Faisal ditangkap anggota Ditresnarkoba Polda Metro Jaya di wilayah GOR Pakansari, Kabupaten Bogor, pada 19 September 2019 lalu.



Sumber: BeritaSatu.com