Jelang Idulfitri, Polres Bogor Musnahkan Ribuan Botol Miras

Jelang Idulfitri, Polres Bogor Musnahkan Ribuan Botol Miras
Kapolres Bogor AKBP Ronald Ronaldy memusnahkan ribuan botol minuman keras menggunakan kendaraan berat di Mapolres Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat 22 Mei 2020. ( Foto: Beritasatu.com/Vento Saudale )
Vento Saudale / CAH Jumat, 22 Mei 2020 | 17:17 WIB

 

Bogor, Beritasatu.com - Polres Bogor memusnahkan 14.000 botol berbagai minuman keras berbagai merek. Selain minuman keras, 3.000 obatan ilegal yang merupakan hasil sitaan operasi selama satu bulan terakhir itu juga dimusnahkan.

Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy mengatakan, operasi Pekat Lodaya 2020 bertujuan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat dalam menyambut peringatan hari raya Idulfitri 1441 H.

Polres Bogor dalam kasus pengungkapan miras dan narkoba, berhasil menyita dan memusnahkan 14.835 botol miras berbagai merek, 2.157 kemasan miras Tuak, 80 kemasan miras Ciu, 48,62 gram sabu-sabu, sediaan farmasi ilegal sebanyak 3.775 butir.

"Untuk pidana umum, kami berhasil mengungkap pelaku curanmor baik kendaraan roda empat dan roda dua dengan barang bukti sebanyak 4 unit mobil, 11 unit sepeda motor, kunci letter T 21 unit, senjata tajam sebanyak 2 buah” kata Kapolres Roland, Jumat (22/5/2020).

Selain minuman keras, Polres Bogor juga menanggani tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus Panti Pijat.

"Kami berhasil menangkap 2 Tersangka Perempuan dan 1 Tersangka laki-laki, dengan 6 korban yang berhasil diselamatkan yang rata-rata berusia gadis pada 3 TKP di wilayah Cibinong, Cileungsi dan Ciawi," ujarnya.

Terhadap para tesangka dikenakan pasal Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman pidana penjara di atas 5 tahun. Pada kasus TPPO ini polisi menyita barang bukti berupa 65 buah kondom.

"Kami pun berhasil mengungkap kegiatan prostitusi berkedok Panti Pijat di 3 titik lokasi pada wilayah Cibinong, Cileungsi dan Ciawi dengan mengamankan 3 orang tersangka tindak pidana Perdagangan Orang, dari 6 orang korban yang rata-rata berusia gadis", katanya.

Kegiatan yang dilakukan tersebut tidak akan berhenti sampai disini saja, dan terus dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Pores Bogor.

Kami imbau kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Bogor apabila menemukan tindak pidana tidak main hakim sendiri, karena kami TNI Polri siap menjalankan amanah untuk menjaga keamanan dan ketertiban negara ini," ungkapnya.

Pengungkapan kasus dalam Operasi Pekat Lodaya 2020 ini, Polres Bogor mendapatkan peringkat satu se-Polda Jabar.

“Polres Bogor mendapatkan peringkat pertama se Polda Jabar dalam pengungkapan keberhasilan Operasi Pekat tahun 2020, tentunya ini merupakan keberhasilan dan bisa turut membanggakan Kabupaten Bogor”, tambahnya.



Sumber: BeritaSatu.com