6 Hari, 18.708 Kendaraan Hendak Keluar-Masuk Jakarta Diputar Balik

6 Hari, 18.708 Kendaraan Hendak Keluar-Masuk Jakarta Diputar Balik
Petugas gabungan dari Kepolisian, Dinas Perhubungan, dan Satpol-PP saat melakukan pengecekan Surat Izin Keluar atau Masuk (SIKM) terhadap kendaraan yang akan memasuki wilayah Jakarta di gerbang tol Cikupa, Tangerang. (Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao)
Bayu Marhaenjati / FMB Selasa, 2 Juni 2020 | 13:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, mencatat telah memutar balik 18.708 kendaraan yang hendak keluar-masuk Jakarta karena tidak bisa menunjukan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM), sejak 27 Mei hingga 1 Juni 2020.

"Sejak 27 Mei hingga 1 Juni 2020, jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah memutarbalikkan 18.708 kendaraan bermotor yang hendak keluar-masuk wilayah DKI Jakarta," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, Selasa (2/6/2020).

Dikatakan Yusri, kendaraan itu harus putar balik karena pengendara tidak dapat menunjukkan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM), yang diatur dalam Pergub DKI Jakarta Nomor 44 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Berpergian Keluar dan/atau Masuk Provinsi DKI Jakarta dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

"Tindakan yang diambil petugas terhadap pengendara yang tidak memiliki SIKM diberikan dua opsi yaitu, kendaraan akan diputar balik dan tidak boleh masuk ke Jakarta atau penumpang di dalam kendaraan tersebut harus dikarantina atau diisolasi selama 14 hari di tempat yang disediakan pemerintah," ungkapnya.

Yusri menyampaikan, pengendara yang melewati pos pemeriksaan SIKM di luar wilayah DKI Jakarta terbanyak berada di wilayah Kabupaten Tangerang yaitu, berjumlah 7.571 kendaraan. Selanjutnya di Kabupaten Bogor sebanyak 2.779 kendaraan dan di Kabupaten Bekasi, 2.423 kendaraan.

"Sedangkan pengendara yang terjaring dan diputar-balik di wilayah DKI Jakarta (Jakarta Barat, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan) sebanyak 3.637 kendaraan," katanya.

Diketahui, polisi mendirikan 20 titik pos pemeriksaan SIKM yang tersebar di wilayah Jakarta, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Tangerang. Sebanyak sembilan titik pos pemeriksaan SIKM di wilayah Jakarta merupakan penyekatan lapis pertama. Sedangkan, 11 pos pemeriksaan SIKM yang didirikan di Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Tangerang merupakan penyekatan lapis kedua.

Sembilan pos pemeriksaan atau penyekatan di dalam kota antara lain berada di Pos Polisi Kalideres, Pos Joglo Raya, Pos Polisi Karang Tengah (Jalan Raden Saleh), Jalan Raya Bogor, Jalan Raya Bekasi (Kolong Fly Over Cakung), Jalan Kalimalang, Simpang Layang UI, Perempatan Pasar Jumat, dan Jalan Ciledug Raya (depan Universitas Budi Luhur).

Sementara itu, 11 pos penyekatan di luar wilayah DKI yakni, Jalan Syekh Nawawi, Gerbang Tol Cikupa, Jalan Raya Serang, Jalan Raya Maja (Tangerang), Jalan Jasinga, Jalan Ciawi-Cianjur, Jalan Ciawi-Sukabumi, Jalan Tanjung Sari (Kabupaten Bogor), Jalan Pantura Kedung Waringin, Jalan Inspeksi Kalimalang, dan Ruas Tol Cikarang KM 47 arah Jakarta (Kabupaten Bekasi).



Sumber: BeritaSatu.com