Nyaris Jadi Korban, Kapolsek Cileungsi Gagalkan Upaya Penipuan ATM

Nyaris Jadi Korban, Kapolsek Cileungsi Gagalkan Upaya Penipuan ATM
Kapolsek Cileungsi Kompol Endang Kurnadar (kanan) menunjukkan anjungan tunai mandiri (ATM) di SPBU Jalan Raya Narogong, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Rabu (3/6/2020). (Foto: Ist)
Vento Saudale / HS Kamis, 4 Juni 2020 | 10:02 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Seorang penipu berinisial MP (17) gagal dalam upaya memperdayai korban dengan modus ganjal mesin anjungan tunai mandiri (ATM). Rupanya, target korbannya merupakan Kapolsek Cileungsi, Bogor, Kompol Endang Kurnadar.

Berawal ketika Endang hendak menyetorkan sejumlah uang melalui transper ATM di SPBU Jalan Raya Narogong, Cileungsi, Kabupaten Bogor, sekitar pukul 6.30 WIB, Rabu (3/6). Saat itu, dirinya menggunakan pakaian atasan kaos dan celana coklat resmi polisi. “Mungkin dia pikir saya seorang anggota pramuka,” cerita Endang kepada Beritasatu.com.

Dijelaskan, saat memasukkan kartu tidak mengalami kendala dan transaksi transfer pun berhasil. Hanya saja, ketika mengakhiri transaksi kartu tidak keluar dari mulut ATM. Tiba-tiba, seorang muncul dari belakang dan mencoba memberikan instruksi. “Saya diminta tekan ini dan itu. Termasuk PIN. Saya pun ngeh, ini merupakan modus penipuan,” papar Endang.

Merasa diperdayai, Endang langsung menghardik si penipu. Sontak MP kaget dan memberikan perlawanan. Pelaku pun sempat lari dari ruangan anjungan. Beruntung di luar sudah ada anggota polisi lain. Dengan memberikan tembakan peringatan, langkah MP terhenti.

“Pelaku berhasil diringkus dan diamankan ke mapolsek,” katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, MP diketahui merupakan penipu dengan modus ganjal ATM. Ia memperdayai para nasabah yang bertransaksi di ATM dengan menaruh alat mengganjal agar kartu tidak keluar.

Dengan bersiasat membantu, pelaku bisa mengetahui PIN ATM korban. Setelahnya, kartu ATM diperoleh penipu dan menguras isi rekening korban.

“Dari tangan pelaku kami mengamankan alat pengganjal ATM berbentuk mika/plastik, obeng, dan lem. Dari mesin ATM pun kami mendapatkan 16 kartu debit berbagai bank,” tandas Endang.

Saat ini pelaku masih dalam penyelidikan guna mengetahui jaringan lebih dalam. MP akan dijerat dengan pasal 378 tentang penipuan dengan ancaman di atas 5 tahun dan pasal 212 tentang perlawanan kepada petugas.



Sumber: BeritaSatu.com