Bogor Kembali Swab Test 200 Penumpang KRL

Bogor Kembali Swab Test 200 Penumpang KRL
Salah satu penumpang KRL asal Bogor menjalani "swab test" di Stasiun Bogor, Selasa (7/7/2020). (Foto: Beritasatu Photo / Vento Saudale)
Vento Saudale / JAS Selasa, 7 Juli 2020 | 21:35 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan swab test Covid-19 mandiri di Stasiun Besar Bogor. Kali ini, sebanyak 200 penumpang KRL diambil sampel untuk diuji polymerase chain reaction (PCR).

Kepala Bidang P2P dari Dinas Kesehatan Kota Bogor, Okki Kurniawan mengatakan pelaksanaan swab test ini merupakan instruksi dari Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto.

"Hari ini kita targetkan 200 penumpang di stasiun Bogor dan Kota Bogor memang menargetkan swab test masif sebanyak 5.000. Jadi itu yang kita capai dalam dua bulan ke depan," ujarnya, Selasa (7/7/2020).

Sementara, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit menular dan Surveilans (P3MS) Dinas Kesehatan Kota Bogor , Djohan Musali, untuk standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dari kajian epidemiologi, Kota Bogor harus melakukan swab test sebanyak 8.000.

"Yang sudah terpakai 4.700 swab test dan sisanya akan selesai dalam dua bulan ke depan," ucapnya.

Di tempat yang sama Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengungkapkan Stasiun Bogor ini menjadi perhatian utama Pemerintah Kota Bogor sekarang. Dalam keadaan normal penumpang bisa mencapai 20 hingga 22.000, kemarin sudah di angka 17.000.

"Jadi sudah sedikit lagi normal, oleh karena itu harus ada atensi khusus di sini, kalau tidak ini bisa jadi klaster penularan Covid-19, berbahaya sekali. Kota Bogor kita lihat justru sebagian besar penyumbang kasus positif dari luar kota," ucapnya.

Sebabnya, lanjut Bima, pemerintah Kota Bogor terus melakukan upaya yang pertama pengaturan sistem antrean dengan bekerja sama dengan PT KCI dan PT KAI. Sistem antrean di dalam ini sudah tertib. Lalu mengupayakan armada bus, karena bagaimanapun harus tetap diurai.

"Saya berkomunikasi terus dengan Pemerintah Jakarta bagaimana caranya agar bus ini bertambah karena paling tidak sampai akhir tahunlah. Karena beberapa bulan ini kita perlu bantuan armada bus ini. Saya tadi pagi sudah berkomunikasi lagi dengan Pak Gubernur Jakarta (Anies Baswedan) mudah-mudahan jalan sehingga armada bus jadi opsi juga di sini," ucapnya.

Ketiga, pihaknya masih meminta agar sistem sif kerja di evaluasi total. Menurut informasi di Jakarta sif sebetulnya sudah bekerja. Tetapi berangkatnya masih beririsan pagi-pagi.

"Jadi mungkin sif kerjanya juga harus diatur rentangnya yang cukup jauh tidak terlalu dekat," ungkapnya.

Yang keempat adalah, strategi dengan menggencarkan swab test massal sehingga kita tahu kerentanannya seperti apa di stasiun ini.

Sebelumnya, Pemprov Jabar melakukan rapid test kepada 500 penumpang kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Besar Bogor. Hasilnya, dari ratusan sampel tes cepat yang diambil, delapan penumpang dinyatakan reaktif Covid-19.

Hal itu dikatakan Wali Kota Bogor Bima Arya, setelah menerima laporan hasil tes acak yang dilakukan Jumat 26 Juni 2020.

Pascahasil itu, Bima menilai ke depan Pemkot akan rutinkan tes masal di stasiun untuk mengetahui secara lebih akurat tingkat kerentanan penularan Covid-19 bagi penumpang KRL. Ia juga selalu mengimbau agar kepada seluruh calon penumpang KRL selalu waspada. Pakai masker, cuci tangan dan menjaga jarak.



Sumber: BeritaSatu.com