Ini Penyebab Kematian Pelaku Pelecehan 305 Anak

Ini Penyebab Kematian Pelaku Pelecehan 305 Anak
Rilis kasus predator seks asal Prancis Francois Abello Camille alias FAC alias Frans alias Mister (65) yang dilakukan Polda Metro Jaya, Kamis 9 Juli 2020. (Foto: BeritaSatu Photo / Bayu Marhaenjati)
Bayu Marhaenjati / YUD Senin, 13 Juli 2020 | 13:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tersangka Francois Abello Camille alias FAC alias Frans alias Mister (65), pelaku kasus dugaan pelecehan terhadap 305 anak perempuan meninggal dunia setelah sebelumnya diduga melakukan percobaan bunuh diri dengan cara melilit kabel ke lehernya, di ruang tahanan Polda Metro Jaya. Hasil diagnosa sementara, dia tewas karena tulang belakang leher retak.

"Kalau untuk hasil autopsi belum kita laksanakan karena belum ada permintaan untuk dilakukan autopsi. Namun diagnosa dari dokter yang merawat itu jelas dari hasil rontgen ada retakan pada tulang belakang di leher, yang menyebabkan sumsumnya kena jerat, sehingga suplai oksigen ke otak dan organ-organ penting berkurang," ujar Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Umar Shahab, di Mapolda Metro Jaya, Senin (13/7/2020).

Dikatakan Umar, tersangka Francois dibawa ke Biddokkes Polda Metro Jaya dalam kondisi lemas, namun tensi masih teraba. "Korban dalam hal ini tersangka FAC dikirim dari ruang tahanan Polda Metro ke Biddokkes dalam kondisi lemas, tensi masih teraba, kemudian dalam kondisi seperti itu langsung kita larikan ke Kramat Jati (Rumah Sakit Bhayangkara Polri). Sebelumnya kita sudah koordinasi agar disiapkan tindakan-tindakan medis sebelumnya," ungkapnya.

Umar menyampaikan, sesampainya di Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Bhayangkara Polri, tim medis langsung melakukan tindakan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ada. Tapi karena kondisinya semakin lemah, yang bersangkutan dibawa ke Intensive Care Unit (ICU).

"Di sana dilakukan tindakan-tindakan sebagaimana upaya kita menyiapkan untuk mempertahankan kehidupan seseorang, tidak ada perbedaan apakah dia tersangka atau korban atau pasien lainnya. Semua kita lakukakan tindakan yang betul sesuai prosedur," katanya.

Setelah sempat menjalani perawatan selama tiga hari, Francois akhirnya meningal dunia, sekitar pukul 20.00 WIB, Minggu (12/7/2020) malam. "Sampai saat ini, jenasah masih ada di kamar jenasah. Kemudian dikoordinasikan dengan kedutaan tindak lanjut yang akan diambil apakah perlu penyidik meminta untuk dilakukan autopsi lebih dahulu atau langsung dari kedutaan meminta untuk dikirim," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengungkapkan, kronologi bagaimana pria tua asal Prancis itu diduga melakukan percobaan bunuh diri. Pada mulanya, petugas jaga yang sedang melakukan pengecekan, menemukan Francois dalam kondisi terikat lehernya dengan kabel, di selnya, Kamis (9/7/2020) malam.

"Ada kabel yang terikat, tapi (dia) tidak tergantung. Berupaya untuk menggunakan berat badan, berupaya untuk ada percobaan bunuh diri yang dilakukan tersangka FAC dengan menggunakan kabel yang memang kabel itu sudah ada di sel tahanan. Cukup tinggi sebenarnya (posisi kabel). Tetapi dengan tinggi badan yang bersangkutan bisa meraih dengan menaiki tembok kamar mandi. Dililitkan di lehernya, tidak tergantung, berupaya dengan badannya, berupaya percobaan bunuh diri," jelasnya.

Petugas jaga, kata Yusri, langsung membawa Francois ke Biddokkes dan kemudian dilarikan ke RS Bhayangkara Polri. "Dilakukan perawatan dan tindakan medis, kurang lebih tiga hari. Tadi malam sekitar pukul 20.00 WIB, tersangka tersebut meninggal dunia," katanya.

Yusri menuturkan, Polda Metro Jaya telah melakukan pemeriksaan terhadap petugas jaga tahanan, kemudian menggelar rekonstruksi untuk mengetahui jalannya peristiwa percobaan bunuh diri itu.

"Setelah dilakukan rekonstruksi, diketahui bahwa kabel itu cukup tinggi ada di ujung, kemudian dia naik ke atas tembok meraih, kemudian dililitkan. Kami masih berkoordinasi dengan Kedutaan Prancis, sementara jenazah masih ada di rumah sakit," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com