Harta Rudi Rubiandini Capai Rp 8 Miliar

Harta Rudi Rubiandini Capai Rp 8 Miliar
Rudi Rubiandini, Kepala SKK Migas ( Foto: INVESTOR DAILY )
Rizky Amelia Rabu, 14 Agustus 2013 | 10:22 WIB

Jakarta - Kepala Satuan Kerja Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) Rudi Rubiandini tercatat pernah melaporkan harta kekayaannya ke KPK sebanyak dua kali. Pertama, pada 28 September 2012 dan 11 Maret 2013, saat Rudi diangkat menjadi Kepala SKK Migas.

Berdasarkan laporan Rudi ke KPK yang diakses dalam situs acch.kpk.go.id, total harta kekayaan yang dimiliki oleh Rudi pada pelaporan tahun 2013 berjumlah Rp 8 miliar dan US$ 21.060. Nilai tersebut sekitar Rp 1 miliar lebih tinggi dibandingkan pelaporan 2012 yang bernilai Rp 7,2 miliar dan US$ 21.047.

Harta yang dimiliki Rudi terdiri atas harta bergerak berupa tanah dan bangunan di Bandung, Tasikmalaya dan Jakarta dengan total Rp 4,8 miliar. Sementara itu, Rudi juga melaporkan kepemilikan sejumlah alat transportasi berupa motor dan mobil yang dirupiahkan bernilai Rp 433 juta.

Mobil dan motor terdiri atas motor BMW, Yamaha, Honda Supra, Mio, Honda Satria dan mobil Grand Livina, Suzuki SX4 dan Nissan.

Kemudian, Rudi juga memiliki harta bergerak lain berupa logam mulia senilai Rp 690 juta. Harta bergerak lainnya yang tidak dijabarkan secara detail dalam laporan bernilai Rp 230 juta.

Rudi melaporkan diri memiliki kas senilai Rp 1,8 miliar dan mata uang asing, yaitu US$ 21.060.

Seperti diketahui, KPK kembali melakukan operasi tangkap tangan. Kali ini, Ketua SKK Migas, Rudi Rubiandini ditangkap di rumahnya, di Jalan Brawijaya VIII No 30 Jakarta. Ia diduga menerima uang suap dari pihak swasta.

Operasi tangkap tangan yang dilakukan pukul 22.30 WIB tersebut, berhasil menangkap Rudi dan empat orang lainnya. Dua di antaranya dari pihak swasta berinisial S dan E. Sementara dua sisanya belum diketahui identitasnya.

Dari operasi tangkap tangan ini, KPK menyita barang bukti awal dugaan suap berupa uang US$ 400 ribu. Selain itu, ada uang lainnya yang ditemukan KPK saat menggeledah rumah Rudi. Jumlah uang tersebut masih dalam proses penghitungan oleh penyidik KPK.

Hingga kini, KPK masih melakukan pemeriksaan terhadap kelimanya.