Jadi Ketua Panel Sengketa Pilkada Banten, Mahfud MD Bantah Aliran Dana

Jadi Ketua Panel Sengketa Pilkada Banten, Mahfud MD Bantah Aliran Dana
Mahfud MD ( Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao )
C-9 / JAS Senin, 5 Mei 2014 | 19:41 WIB

Jakarta - Mahfud MD mengaku pernah bertindak sebagai ketua panel perkara sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi Banten di Mahkamah Konstitusi (MK).

Tetapi, ketika bersaksi untuk terdakwa Akil Mochtar, Mahfud mengaku tidak tahu-menahu perihal dugaan aliran dana ke terdakwa terkait pengurusan pilkada Banten, sebagaimana dalam surat dakwaan.

"Jika dengan saya tidak ada kaitannya sama sekali. Saya yang memeriksa perkara dengan transfer ke CV Ratu Samagat tidak ada kaitannya sama sekali," tegas Mahfud dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (5/5).

Bahkan, Mahfud mengaku tidak mengenal dengan Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan yang disebut memberikan uang kepada mantan Ketua MK tersebut.

"Ada keheranan saya tentang Pilgub Banten. Padahal, panelnya saya. Tetapi, saya tidak tahu Wawan siapa," ujar Mahfud.

Seperti diketahui, dalam dakwaan jaksa disebutkan Akil menerima uang sebesar Rp 7,5 miliar dari Tubagus Chaeri Wardana terkait perkara sengketa pilkada Banten 2011.

Kemudian, disebutkan Wawan mengirimkan uang sebanyak lima kali melalui transfer ke rekening atas nama CV Ratu Samagat di Bank Mandiri KC Pontianak dengan nomor 146.0089.888.999.

Pertama, sebesar Rp 250 juta dan Rp 500 juta pada 31 Oktober 2011 dengan pengirim Ahmad Farid Ansyari dengan kolom berita slip, "Biaya transportasi dan sewa alat berat".

Kemudian, Rp 100 juta dan Rp 150 juta ditransfer pada 1 Oktober 2011 dengan pengirim Ahmad Farid Ansyari dengan kolom berita slip, "Biaya Transportasi dan alat berat."

Selanjutnya, Rp 2 miliar yang ditransfer pada 17 November 2011 dengan pengirim Yayah Rodiah dengan kolom berita slip "Pembayaran Bibit Kelapa Sawit." Sebesar Rp 3 miliar yang ditransfer pada 18 November 2011 dengan pengirim Agah Mohammad Noor dengan kolom berita slip "Untuk pembelian Bibit Kelapa Sawit."

Terakhir, sebesar Rp 1,5 miliar yang dikirim pada 18 November 2011 dengan pengirim Asep Bardan dengan kolom berita slip "Untuk pembelian Alat Berat".

Namun, terkait dakwaan tersebut, Akil sempat menuding bahwa Mahfud selaku ketua panel perkara Pilkada Banten yang berada di balik penerimaan uang tersebut.

Sumber: Suara Pembaruan/CRB