Kasus Haji, Istri dan Menantu Suryadharma Ali Diperiksa KPK

Kasus Haji, Istri dan Menantu Suryadharma Ali Diperiksa KPK
Menteri Agama Suryadharma Ali memberi salam kepada jurnalis di rumahnya, Menteng Dalam, Jakarta Selatan, Jumat (23/5). Menag yang juga Ketua Umum PPP tersebut menyatakan belum menerima surat dari elite PPP terkait rencana pemanggilan dirinya untuk menjelaskan masalah penetapan dirinya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji di Kemenag Tahun 2012-2013 oleh KPK. (Foto: Antara/Andika Wahyu)
Rizky Amelia / WBP Rabu, 16 Juli 2014 | 10:16 WIB

Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai memeriksa anggota rombongan haji mantan Menteri Agama, Suryadharma Ali, terkait penyidikan kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2012/2013 di Kementerian Agama (Kemag).

Hari ini, Rabu (16/7) KPK memanggil istri dan menantu Suryadharma, yaitu Wardhatul Asriah dan Rendhika Deniardy Harsono.

"Benar. Keduanya diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka SDA," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha di kantor KPK.

Selain keluarga Suryadharma, KPK juga memanggil anggota rombongan lainnya, yaitu Joko Purwanto, Ketua Angkatan Muda Kakbah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan istrinya Deasy Aryani Larasati. KPK juga memeriksa ajudan Suryadharma, yaitu Ivan Adhitira.

Rendhika, menantu Suryadharma terpantau sudah hadir di kantor KPK. Rendhika tampak sudah berada di area steril gedung KPK. Rendhika yang mengenakan kemeja putih terlihat sedang mengantri untuk mengisi form pemeriksaan di meja resepsionis.

Pada 22 Mei lalu, Menteri Agama Suryadharma Ali ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Suryadharma dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 Undang-Undang No.31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.

Pasal 2 mengatur perbuatan melawan hukum untuk memperkaya diri sendiri dan dapat merugikan keuangan negara. Adapun Pasal 3 yang disangkakan kepada Suryadharma karena menyalahgunakan kewenangan untuk menguntungkan diri sendiri dan dapat merugikan keuangan negara.

Baik Pasal 2 dan Pasal 3 menyebutkan bahwa Suryadharma terancam pidana penjara maksimal 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp1 miliar.

Korupsi diduga terjadi hampir di seluruh elemen penyelenggaraan haji di antaranya Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), pemondokan, dan pengadaan transportasi. Modusnya adalah dengan menggelembungkan anggaran sekaligus mengubah spesifikasi yang tidak sesuai dengan kontrak.

Sebagai Menteri Agama, Suryadharma diduga telah menyalahgunakan sisa kuota haji. Sisa kuota haji tersebut dipakai oleh keluarga, kolega dan anggota DPR.

Dana yang dikucurkan untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun 2012/2013 melebihi Rp 1 triliun. Dana itu merupakan gabungan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan masyarakat. Ihwal kerugian negara, KPK masih melakukan penghitungan.

Berikut nama-nama rombongan haji Surydharma Ali:

1. Suryadharma Ali (Menteri Agama);
2. Wardatul Asriah (istri Menteri Agama/anggota DPR);
3. Rendhika D Harsono (menantu);
4. Dewi Sri Masitho (adik);
5. Elyati Ali Said (adik);
6. Mimik Ismiasih B Sawojo (adik);
7. Anwar Musadda Ropiudin (adik);
8. Neneng L Susanti (adik);
9. Joko Purwanto (Ketua Angkatan Muda Kakbah PPP);
10. Deasy Aryani Larasati (istri Joko Purwanto);
11. Najmudin H Rasyid (keluarga Joko Purwanto);
12. Rosma Lotang Sawalleng (istri Najmudin H Rasyid);
13. Richard Lessang Frans (sahabat Menag SDA);
14. Inani Arya Tangkary (istri Richard Lessang Frans);
15. Muhammad Mardiono (Ketua DPW PPP Banten);
16. Etty Triwi Kusumaningsih (istri Mardiono);
17. Ermalena Muslim Hasbullah (Staf Khusus Menag SDA);
18. Erik Satrya Wardhana (sahabat Ibu Ermalena);
19. Guritno Kusumo Danu (staf khusus);
20. Titik Murrukmihati (istri Guritno);
21. Saefudin A Syafii (Sesmenang);
22. Abdul Wadud K Anwar (Wasesmenag);
23. M Mukmin Timoro (Ajudan Menteri);
24. Ivan Adhitira (ajudan Menteri);
25. Hendri Amri M Saud (pengawal pribadi);
26. Agus Riadi Pranoto (pengawal pribadi);
27. Karto Kamid (staf Kemenag);
28. Sundari Kasiran (ajudan istri Menag SDA);
29. Sholichul Qodri (ajudan istri Menag SDA);
30. Reni Marlinawati (anggota F-PPP DPR/Komisi X);
31. Mochammad Amin (suami Reni Marlinawati);
32. Irgan Chairul Mahfiz (Wakil Ketua Komisi IX DPR dari FPP);
33. Wardatun N Soejono (istri Irgan Chairul Mahfiz);
34. Nur M Iskandar (sahabat/orang dekat SDA);
35. Nur Djazilah M (istri Nur M Iskandar).