RI Desak Australia Pulihkan Nama Baik Mega dan SBY

RI Desak Australia Pulihkan Nama Baik Mega dan SBY
Presiden SBY memberi keterangan pers. ( Foto: Istimewa / Istimewa )
Novy Lumanauw Kamis, 31 Juli 2014 | 15:36 WIB

Cikeas – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendesak Pemerintah Australia segera memulihkan nama baik Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri dan dirinya.

Desakan itu disampaikan SBY menanggapi laporan WikiLeaks yang menyebutkan adanya dugaan korupsi yang melibatkan Megawati dan SBY dalam pencetakan uang pecahan Rp 100 ribu sebanyak 550 juta lembar di Australia, pada tahun 1999.

‘Saya minta Australia segera mengeluarkan statement yang terang agar nama baik Ibu Megawati dan saya sendiri tidak dicemarkan,” kata SBY saat memberikan keterangan pers di Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (31/7).

SBY yang akan mengakhiri masa jabatannya sebagai presiden/kepala negara, pada 20 Oktober mendatang, mengungkapkan bahwa laporan WikiLeaks berpotensi menimbulkan kecurigaan terhadap para pejabat Indonesia lainnya.

“ Itu penting, kita ingin dengar langsung dari Australia,” tegasnya.

Dia mengatakan, jika ada warga negara Indonesia (WNI) yang melakukan penyimpangan dalam pencetakan uang, seharusnya Australia mengajak Indonesia untuk menegakkan hukum secara bersama.

“Jika ada warga negara Indonesia yang terlibat, mari kita tegakkan hukum secara bersama. Indonesia seperti juga Australia adalah negara hukum. Kami menghormati hukum,” ujar dia. 

Sumber: Investor Daily