Udar Pristono Jadi Tersangka Korupsi Transjakarta

Udar Pristono Jadi Tersangka Korupsi Transjakarta
Mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono ( Foto: Antara/Muhammad Adimaja )
Erwin C Sihombing / YUD Selasa, 23 September 2014 | 18:46 WIB

Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan mantan Kadishub DKI Jakarta Udar Pristono sebagai tersangka baru kasus dugaan korupsi pengadaan bus gandeng Transjakarta tahun 2012 di Pemprov DKI. Sebelumnya Udar yang telah ditahan dijerat kasus pengadaan dan peremajaan bus Transjakarta tahun 2013 senilai Rp 1,5 triliun.

"Penetapan tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Nomor: Print – 76/F.2/Fd.1/09/ 2014 tanggal 16 September 2014," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Tony Spontana, di Jakarta, Selasa (23/9).

Dengan ditetapkannya Udar Pristono sebagai tersangka maka, jumlah tersangka dalam kasus tersebut menjadi tiga orang karena Kejagung lebih dulu menjerat anak buah yang bersangkutan yakni, Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas Dishub Pemprov DKI Gusti Ngurah Wirawan, dan mantan pegawai Dishub DKI Hasbi Hasibuan, dimana keduanya belum ditahan.

Proyek pengadaan bus gandeng Transjakarta tahun 2012 senilair Rp 150 miliar diduga tidak sesuai dengan spesifikasi. Sejauh ini Kejagung masih mendalami perkara tersebut dengan memeriksa saksi-saksi.

Beberapa saksi yang telah diperiksa antara lain Anggota Panitia Pemeriksa Serah terima Barang dan Jasa Bidang Jasa Konsultan Pengawas Busway Paket I dan II Tahun 2012 Teguh Haryoto, dan dua anggotanya yakni, Rohadi, dan M Afian.

"Pokok pemeriksaannya mengenai Kronologis proses pemeriksaan atas hasil pengawasan yang dilakukan oleh Konsultan Pengawas pada pelaksanaan bus gandeng Transjakarta Paket I dan Paket II yang dilaporkan dan diterima oleh para saksi selaku panitia barang dan jasa," kata Tony.

Sumber: Suara Pembaruan