Tiongkok Maklumi Pemberlakukan Hukuman Mati Bandar Narkoba di Indonesia

Tiongkok Maklumi Pemberlakukan Hukuman Mati Bandar Narkoba di Indonesia
Ilustrasi hukuman mati. ( Foto: fastcompany / fastcompany )
Ezra Sihite Selasa, 3 Februari 2015 | 16:23 WIB

Jakarta - Utusan Khusus Pemerintah Tiongkok hari ini bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka. Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (menko polhukam) Tedjo Edhy Purdijatno yang turut mendampingi mengatakan banyak hal yang dibicarakan termasuk soal politik dan hukum termasuk soal hukuman mati.

"Kalau masalah hukuman mati, dia setuju saja ‎dia hormati hukum Indonesia. Di sana juga agak kedodoran masalah seringnya narkoba di Cina," kata Tedjo di kompleks Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2).

Sementara untuk pemberantasan korupsi kata dia, Indonesia juga akan belajar dari Tiongkok.

Selain masalah politik dan hukum, pihak Beijing juga tertarik memindahkan sejumlah industri ke Indonesia. Stabilitas politik dinilai Tiongkok cukup baik sehingga tidak mengganggu investasi.

"Mereka lihat situasi di sini, stabilitas di DPR juga sudah. Ini kan hanya masalah konflik sedikit," kata dia soal konflik Polri-KPK dan potensinya mengganggu iklim ekonomi.