Novel Disiram Air Keras, Mendagri: Apa Pun Ini Teror

Novel Disiram Air Keras, Mendagri: Apa Pun Ini Teror
Novel Baswedan dirawat di rumah sakit. ( Foto: Istimewa )
Carlos KY Paath / WBP Selasa, 11 April 2017 | 17:25 WIB

Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyebut penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan sebagai bentuk teror. Tjahjo prihatin atas teror yang menimpa penyidik senior lembaga antirasuah tersebut.

“Saya tadi sudah kirim SMS (pesan singkat) ke nomor HP saudara Novel Baswedan. Saya sebagai pribadi ikut prihatin atas musibah teror ini. Apa pun ini teror. Semoga tabah, cepat sembuh,” kata Tjahjo di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), Jakarta, Selasa (11/4).

Dia berharap agar pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kasus penyiraman air keras ini. Ditegaskan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah meminta Polri mencari pelaku. “Kalau tidak, ini akan jadi preseden tidak hanya bagi penyidik KPK, tapi yang lain seperti kepolisian dan kejaksaan,” ujarnya.

Dia mendukung usulan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengenai pengamanan atas penyidik KPK. Sebab setiap penyidik mempunyai risiko dalam bertugas. “Apa pun saya yakin kepolisian bisa mengamankan warga negara, apalagi petugas negara, petugas lembaga,” tegasnya.

Sebelumnya, Presiden mengutuk keras insiden penyiraman air keras. “Itu tindakan brutal dan saya mengutuk keras. Saya telah‎ memerintahkan Kapolri untuk mencari siapa pelakunya,” kata Presiden.

Presiden mewanti-wanti peristiwa serupa jangan sampai terulang. “Jangan sampai orang-orang yang punya prinsip teguh seperti itu dilukai dengan cara-cara yang tidak beradab. Saya kira hal itu enggak boleh terulang,” ujarnya.

Presiden berharap agar penyidik KPK senantiasa waspada. “Semua penyidik harus waspada. Tetap semangat bekerja. Karena ini kriminal, urusannya Kapolri,” tandasnya.



Sumber: Suara Pembaruan