Novanto Susun Strategi Hadapi Sidang e-KTP

Novanto Susun Strategi Hadapi Sidang e-KTP
Setya Novanto. ( Foto: Antara / Wahyu Putro A )
Fana Suparman / YUD Senin, 11 Desember 2017 | 14:26 WIB

Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Setya Novanto bersama tim kuasa hukumnya mulai membahas strategi menghadapi sidang perkara dugaan korupsi proyek e-KTP yang bakal digelar perdana di Pengadilan Tipikor Jakarta, ‎Rabu (13/12). Sidang perdana mengagendakan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK.

"‎Jadi kami ingin dengar dakwaan JPU secara langsung, dan tentu banyak hal yang perlu diskusikan (bersama Novanto)," kata Firman Wijaya salah seorang kuasa hukum Novanto di Gedung KPK, Jakarta, Senin (11/12).

Seperti diketahui, Novanto telah ditinggal dua pengacaranya Otto Hasibuan dan Fredrich Yunadi secara bersamaan pada Jumat (8/12) lalu. ‎Firman menjadi kuasa hukum Novanto dengan Ketua tim kuasa hukum, Maqdir Ismail. Diakui Firman, kedatangannya hari ini untuk menemui Novanto yang kini ditahan di Rutan KPK. Firman mengungkapkan dalam pertemuan ini, pihaknya akan membahas strategi penanganan persidangan perkara korupsi e-KTP‎.

"Tentu kami diskusi banyak hal‎. Ya tim ini dipimpin Maqdir dan Fahmi, saya ikut partisipan, yang mendesain strategi-strategi yang diperlukan," ungkapnya.

Novanto telah mengajukan gugatan praperadilan melawan KPK untuk kedua kalinya. Sidang gugatan ini sedang bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Namun, gugatan ini diprediksi bakal gugur lantaran putusan dijadwalkan baru d‎ibacakan hakim tunggal PN Jaksel, Kusno pada Kamis (14/12) atau sehari setelah persidangan perdana perkara pokok.

Disinggung mengenai hal ini, Firman mengaku enggan berspekulasi. Firman menyerahkan sepenuhnya kepada PN Jaksel mengenai gugatan praperadilan Novanto ini.

"Soal praperadilan dakwaan semua kami akan ukur aspek strategis apa ke depannya," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE