Mirwan Amir Klaim Tak Tahu Penganggaran e-KTP

Mirwan Amir Klaim Tak Tahu Penganggaran e-KTP
Politisi Partai Demokrat Mirwan Amir ( Foto: ANTARA FOTO / Wahyu Putro A )
Fana Suparman / YUD Kamis, 4 Januari 2018 | 19:31 WIB

Jakarta - Mantan Pimpinan Banggar DPR dari Fraksi Demokrat, Mirwan Amir mengaku kenal dan dekat dengan politikus Golkar, Markus Nari. Mirwan yang kini menjabat Ketua DPP Partai Hanura itu juga mengaku pernah berkomunikasi dengan Markus yang kini berstatus tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP. Hal ini diungkapkan Mirwan usai diperiksa sebagai kasus dugaan korupsi e-KTP untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Markus Nari.

"Saya kenal lama, saya tahu Markus Nari. saya pernah ngobrol," kata Mirwan diperiksa penyidik di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (4/1).

Meski demikian, Mirwan enggan merinci materi pembicaraannya dengan Markus Nari. Termasuk saat disinggung pembicaraan itu berkaitan dengan pembahasan anggaran proyek e-KTP di DPR RI.

"Sudah itu saja," ujar Mirwan.

Dalam pemeriksaan ini, Mirwan mengaku dicecar soal pembahasan anggaran terkait proyek e-KTP di DPR.

"Ditanya masalah pembahasan anggaran, kebetulan saya kan wakil pimpinan Banggar. Jadi saya jelasin masalah pembahasan APBN, postur APBN. Itu saja. Jadi tidak ada lain karena memang saya tadi ngasih keterangan untuk Markus Nari. itu saja," katanya.

Mirwan mengaku tak tahu banyak soal proses anggaran proyek e-KTP di DPR. Termasuk mengenai adanya lobi-lobi untuk memuluskan anggaran proyek e-KTP senilai Rp 5,8 triliun.

"Itu semua ada di Komisi II. Tidak dibahas di Badan Anggaran," kata dia.

Mirwan Amir merupakan salah satu politikus yang disebut menikmati aliran dana proyek e-KTP. Dalam surat dakwaan terhadap dua mantan pejabat Kemdagri, Irman dan Sugiharto, Mirwan disebut kecipratan uang USD 1,2 juta.‎



Sumber: Suara Pembaruan