Kuasa Hukum Bahar Smith Pertimbangkan Tempuh Praperadilan

Kuasa Hukum Bahar Smith Pertimbangkan Tempuh Praperadilan
Bahar bin Smith (tengah) memasuki gedung saat akan menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta, 6 Desember 2018. ( Foto: Antara / Rivan Awal Lingga )
Aichi Halik / AHL Jumat, 7 Desember 2018 | 16:18 WIB

Jakarta - Kuasa hukum Bahar bin Smith, Azis Yanuar, mempertimbangkan untuk mengajukan gugatan praperadilan terkait penetapan kliennya sebagai tersangka.

"Kami masih mendiskusikan upaya hukum praperadilan," katanya di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (6/12) malam.

Azis mengatakan kliennya ditetapkan oleh penyidik Bareskrim Polri sebagai tersangka dalam kasus ujaran kebencian.

Menurut dia, Bahar ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan perdananya sebagai saksi dalam kasus tersebut selama 11 jam di Bareskrim.

Azis mengatakan Bahar tidak ditahan usai menjalani pemeriksaan sebab, kata dia, penyidik menilai Bahar tidak berpotensi melarikan diri, mengulangi perbuatannya dan tidak merusak dan menghilangkan barang bukti.

“Penyidik profesional dan Bahar kooperatif dalam pemeriksaan,” kata Azis.

Habib Bahar diduga melanggar Pasal 16 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis serta Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kasus ini buntut dari ceramah Maulid Habib Bahar di gedung Ba’alawi, Kecamatan Ilir Timur, Palembang, Sumatera Selatan, 8 Januari 2017.

Di ceramahnya, Bahar sempat menyebut Presiden Jokowi “banci” dan “pengkhianat.” Setelah video ceramah itu menyebar di media sosial, Bahar dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Jokowi Mania.

[YOUTUBE]https://www.youtube.com/watch?v=hktsi-RaAXU' frameborder='0' allowfullscreen>



Sumber: BeritaSatu TV
CLOSE