KPK Pindahkan Penahanan Adik Zulkifli Hasan

KPK Pindahkan Penahanan Adik Zulkifli Hasan
Bupati Lampung Selatan nonaktif Zainudin Hasan (kanan) bergegas masuk ke mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Senin (24/9). Zainudin Hasan diperiksa sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Lampung Selatan tahun anggaran 2018. ( Foto: ANTARA FOTO / Reno Esnir )
Fana Suparman / YUD Jumat, 7 Desember 2018 | 16:52 WIB

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memindahkan penahanan Bupati nonaktif Lampung Selatan, Zainudin Hasan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Lampung, Jumat (7/12). Sebelumnya, adik Ketua MPR sekaligus Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan itu ditahan di Rutan KPK.

Jubir KPK, Febri Diansyah mengatakan, pemindahan penahanan Zainudin Hasan ini dilakukan untuk persiapan menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Lampung. Diketahui, Zainudin dijerat KPK atas dua kasus korupsi, yakni kasus dugaan suap terkait pengurusan sejumlah proyek di Lampung Selatan dan kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

"Hari ini telah dilakukan pemindahan lokasi penahanan ZH (Zainudin Hasan), Bupati Lampung Selatan ke Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Lampung untuk persiapan menjalankan sidang di Pengadilan Tipikor di Lampung," kata Febri melalui pesan singkat, Jumat (7/12).

Meski demikian, Febri mengaku belum mengetahui jadwal sidang perdana Zainudin. Dikatakan, Jaksa KPK menunggu penetapan jadwal oleh Pengadilan Negeri Lampung.

"Jadwal persidangan untuk ZH sedang menunggu penetapan dari pengadilan," kata Febri.

Sebelumnya, KPK juga sudah memindahkan penahanan anggota DPRD Lampung, Agus Bhakti Nugroho; dan Kadis PUPR Lampung Selatan Anjar Asmara ke Rumah Tahanan (Rutan) Klas 1 Bandar Lampung untuk persiapan persidangan. Dua orang tersangka kasus suap ini bakal menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Lampung pada Kamis (13/12) mendatang.

"Persidangan untuk ABN (Agus Bhakti Nugroho) dan AA (Anjas Asmara) direncanakan akan dilakukan pada hari Kamis, 13 Desember 2018," jelasnya.

Diketahui, KPK menetapkan Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan yang merupakan adik Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek pengadaan barang/jasa di lingkungan Pemkab Lampung Tengah. Tak hanya Zainudin, status tersangka juga disematkan KPK terhadap pemilik CV 9 Naga, Gilang Ramadhan; anggota DPRD Provinsi Lampung, Agus Bhakti Nugroho; dan Kadis PUPR Pemkab Lampung Selatan, Anjar Asmara.

Zainudin, Agus dan Anjar diduga menerima suap sebesar Rp 600 juta. Diduga suap ini terkait dengan sejumlah proyek barang dan jasa di lingkungan Pemkab Lampung Selatan yang digarap Gilang.

Dalam pengembangan penyidikan kasus ini, KPK menetapkan Zainudin sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang. Zainudin Hasan diduga telah menerima fee dari sejumlah proyek sebesar Rp57 miliar melalui Anggota DPRD Lampung, Agus Bhakti Nugraha. Uang tersebut berasal dari sejumlah proyek pada Dinas PUPR.

Diduga, Zainudin melalui Agus Bhakti membelanjakan uang dari suap tersebut untuk membeli aset berupa tanah dan bangunan serta kendaraan dengan mengatasnamakan keluarganya.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE