Kejaksaan Terima Dua Surat Penyidikan Bahar bin Smith

Kejaksaan Terima Dua Surat Penyidikan Bahar bin Smith
Bahar bin Smith. ( Foto: ist )
Yeremia Sukoyo / YUD Jumat, 7 Desember 2018 | 18:42 WIB

Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) mengaku telah menerima dua Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) terkait kasus yang menjerat Bahar bin Smith. SPDP diterima kejaksaan dari kasus yang ditangani Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya.

"SPDP sudah kita terima. Kita tinggal tunggu proses penyidikan oleh pihak penyidik Polri, karena ada dua SPDP disini, SPDP dari Bareskrim Mabes Polri dan dari Polda," kata Jaksa Agung M Prasetyo, di Jakarta, Jumat (7/12).

Dijelaskan Jaksa Agung, SPDP yang diterbitkan Bareskrim Polri telah diserahkan kepada Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Umum (Jampidum). Sementara, SPDP yang diterima dari Polda Metro Jaya akan diserahkan kepada Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

"Nanti teknisnya seperti apa, apakah limpahan ke pengadilan digabungkan karena waktunya berdekatan atau seperti apa," ucap Prasetyo.

Jaksa Agung menjelaskan, SPDP yang diterbitkan Bareskrim Mabes Polri maupun yang diterbitkan Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan ujaran kebencian yang dilakukan Bahar. "Melakukan hate speech ujaran kebencian kepada presiden dan harus segera dituntaskan," kata Prasetyo.

Sebelumnya, video berisi ceramah Bahar dilaporkan Ormas Cyber Indonesia dengan sangkaan mengandung ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo. Dalam kasus ini, penyidik mempertimbangkan tidak melakukan penahanan kepada Bahar karena dianggap cukup kooperatif.

Bahar dijerat dengan sangkaan berlapis, yaitu Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b angka 1 Undang-Undang 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 2008 tentang ITE, serta Pasal 207 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE