Kapolri Bentuk Satgas Ungkap Kasus Novel

Kapolri Bentuk Satgas Ungkap Kasus Novel
Penyidik KPK Novel Baswedan berdiri di samping layar yang menampilkan hitung maju waktu sejak penyerangan terhadap dirinya saat diluncurkan di gedung KPK, 11 Desember 2018. ( Foto: Antara / Hafidz Mubarak A )
Farouk Arnaz / FMB Jumat, 11 Januari 2019 | 20:21 WIB

Jakarta — Kapolri Jenderal Tito Karnavian membentuk satgas khusus untuk mengungkap kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Menurut Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal, satgas terdiri dari 65 orang dari berbagai unsur —Polri, KPK, dan tokoh eksternal— bertugas menindaklanjuti rekomendasi Komnas HAM dalam perkara ini.

“Rekomendasi itu ada tiga ranah, tetapi ranah KPK kita tidak sebutkan. Kita hanya sebutkan ranah Polri yakni membentuk tim gabungan yang terdiri atas kepolisian, KPK, tokoh masyarakat, dan pakar pihak lain yang dibutuhkan paling lambat 30 hari setelah rekomendasi Komnas diterima,” kata Iqbal.

Makanya, setelah surat itu diterima, kapolri mengeluarkan surat perintah nomor Satgas/3/I/HUK.6.6./2019 pada 8 Januari 2019 kemarin.

Pada poin 4 satgas yang dipimpin Kapolda Metro Irjen Idham Azis itu dijelaskan surat tugas ini berlaku selama enam bulan mulai 8 Januari hingga 7 Juli 2019 untuk mengungkap kasus ini.



Sumber: BeritaSatu.com