Usai Gelar Perkara, Kasus Laga PSS Sleman-Madura FC Naik Penyidikan

Usai Gelar Perkara, Kasus Laga PSS Sleman-Madura FC Naik Penyidikan
Argo Yuwono. ( Foto: istimewa / istimewa )
Bayu Marhaenjati / CAH Sabtu, 12 Januari 2019 | 12:06 WIB

Jakarta - Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola, telah menaikan status kasus dugaan pengaturan pertandingan antara PS Sleman kontra Madura FC dalam kompetisi Liga 2, dari penyelidikan menjadi penyidikan, Jumat (12/1) kemarin.

"Setelah melalui mekanisme gelar perkara, kita naikkan ke penyidikan," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, Sabtu (12/1).

Dikatakan, Satgas Antimafia Bola saat ini fokus menangani dua laporan terkait kasus dugaan pengaturan skor atau match fixing.

"Jadi perlu saya jelaskan, di Satgas pertama ada satu laporan polisi, pelapornya adalah salah satu pengurus Persibara (Manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani). Kedua, penyelidikan oleh tim lain (Tipikor Mabes Polri) berkaitan dengan adanya pertandingan PSS dengan Madura," ungkapnya.

Ia menyampaikan, hingga saat ini polisi telah menetapkan lima orang tersangka kasus dugaan pengaturan skor terkait laporan yang dibuat Persiba antara lain, wasit Nurul Safarid, anggota Exco PSSI Johar Lin Eng, mantan anggota Komite Wasit PSSI Priyanto, Anik Yuni Artikasari, dan mantan anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih.

"Kemudian, kita ada laporan baru lagi dari kasus itu mengembang ada terlapornya adalah V (Vigit Waluyo). Dari keterangan laporan itu kita akan minta keterangan kepada yang berkepentingan atau yang mengetahui, mendengar, melihat di situ," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE