Polda Jatim Ungkap Tarif Kencan Artis Bernilai Fantastis

Polda Jatim Ungkap Tarif Kencan Artis Bernilai Fantastis
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan (tengah) memberikan keterangan kepada awak media terkait pengembangan kasus prostitusi daring yang melibatkan artis dan model di Polda Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Senin, 7 Januari 2019. ( Foto: ANTARA FOTO/Didik Suhartono/foc. )
Chairul Fikri / CAH Sabtu, 12 Januari 2019 | 14:14 WIB

Jakarta - Terkuaknya bisnis prostitusi online yang melibatkan artis  seiring penangkapan Vanessa Angel yang diungkap Polda Jawa Timur memang cukup mengagetkan. Terlebih bayaran untuk bisa kencan dengan artis ternyata nilainya fantastis. Sebut saja Vanessa Angel yang dduga mematok tarif Rp 80 juta untuk sekali kencan.

Tak ayal, bisnis haram ini terkadang dimanfaatkan beberapa oknum artis untuk dijadikan bisnis sampingan lantaran keuntungannya sangat menggiurkan. Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan oleh Pihak Kepolisian dari tersangka ES dan TN yang menjadi muncikari artis Vanessa Angel dan model majalah dewasa Avriellya Shaqqila, tarif untuk bisa kencan dengan para artis dan model terebut memang angkanya cukup besar. 

"Berdasarkan penyelidikan, artis-artis ini dijual oleh para muncikarinya dengan harga yang fantastis berkisar mulai Rp 25 juta, Rp 100 juta, hingga Rp 300 juta sekali kencan. Data tersebut valid berdasarkan bukti transaksi perbankan dari rekening dua muncikari yang tertangkap yakni ES dan TN. Sudah kami pastikan barang bukti yang itu rekening koran untuk menguatkan penyidikan kasus prostitusi," ungkap Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan dalam keterangannya di Mapolda Jawa Timur, Jumat (11/1).

Senada dengan Kapolda, mantan Mucikari yang sempat dijadikan tersangka dan dipenjara karena terlibat prostitusi online yang menyeret nama artis Amel Alvi beberapa waktu lalu, Robby Abbas. Daftar tarif yang diungkapkan oleh Kapolda Jawa Timur saat membongkar kasus praktek prostitusi online artis adalah angka yang masuk akal. Lantaran dirinya pernah menangani kasus tersebut dengan bayaran yang nilainya juga fantastis.

"Sangat masuk akal kalau Kapolda Jatim bilang angkanya antara Rp 25 juta hingga Rp 300 juta. Dulu saya pernah menangani permintaan klien untuk bisa berkencan dengan artis selama 20 menit dengan bayaran Rp 150 juta. Memang ada pelanggannya. Entah itu pejabat, pengusaha atau klien pengusaha agar proyek yang sedang ditanganinya bisa tembus dan pelanggannya itu dari berbagai kota bahkan sampai keluar negeri," ujar Robby.

Artis yang dimaui para pelanggan juga beragam ada yang ingin artis papan atas, ada juga artis sekuter (selebriti kurang terkenal), model, mahasiswa dan yang lainnya.

"Selama dulu saya jadi muncikari, saya enggak pernah menawari artis tersebut mau itu perempuan atau laki-laki. Jadi mereka yang menghubungi saya dan minta dicariin pelanggan. Sekarang saya masih sedikit-sedikit tahulah siapa artis yang masih eksis (melakukan prostitusi online) sapa yang sudah hijrah," tuturnya.

Hingga kini muncikari ES dan TN sendiri masih menjalani proses penelidikan dan penyidikan untuk membuka sindikat prostitusi yang melibatkan artis dan model. Vanessa Angel dan Avriellya Shaqqila hingga kini masih berstatus sebagai saksi dan masih dikenai wajib lapor setiap minggu-nya. Sedangkan untuk ke enam artis dan model yang diungkapkan pihak Kepolisian Polda Jawa Timur, mereka akan dipanggil dalam waktu dekat untuk dimintai keterangannya terkait kasus mucikari ES dan TN.



Sumber: BeritaSatu.com