Pemeriksaan Slamet Maarif Mundur Senin Depan

Pemeriksaan Slamet Maarif Mundur Senin Depan
Brigjen Pol Dedi Prasetyo. ( Foto: Antara )
Farouk Arnaz / AMA Selasa, 12 Februari 2019 | 12:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Polisi memindahkan lokasi pemeriksaan Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif yang dipanggil Polresta Surakarta sebagai tersangka ke Polda Jateng dengan berbagai alasan.

“(Dipindah) karena berbagai aspek. Penyidik yang lebih paham lalu dari keamanan dan efisiensi pemeriksaan,” kata karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di PTIK, Selasa (12/2).

Menurut Dedi Prasetyo, pemeriksaan yang direncanakan pada Rabu (13/2) besok diundur ke Senin (18/2) pekan depan atas permintaan tersangka.

“Jadi Senin (pekan depan) penanggungjawab PA 212 akan dimintai keterangan di Polda Jateng. Polda tidak sendiri dan akan terus koordianasi dengan Gakumdu bersama Bawaslu dan kejaksaan,” kata Dedi Prasetyo.

Dedi Prasetyo membantah tuduhan jika polisi pilih kasih dan hanya menindak kelompok pro Prabowo. Menurutnya, polisi bergerak sesuai fakta hukum dan selalu normatif dalam penanganan hukum.

“Kita tidak mengandai-andai suatu pidana. Suatu pidana selalu berangkat dari fakta hukum yang dilaporkan dan dalam hal ini dari Bawaslu yang berperan sebagai leading sektor,” lanjut Dedi Prasetyo.

Seperti diberitakan, Wakil ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi itu rencana awal akan dipanggil Rabu tanggal 13 Februari 2019 pukul 10.00 WIB nanti .

Slamet disangka melakukan tindak pidana pemilu karena melakukan kampanye di luar jadwal yang ditetapkan KPU, KPU provinsi dan kabupaten/kota sebagaimana diatur dalam Pasal 280 ayat (1).

Sebelumnya Slamet telah diperiksa sebagai saksi pada Kamis (7/2) di Mapolresta Surakarta. Kampanye yang berbuntut masalah itu adalah ceramahnya di acara tablig akbar 212 Solo Raya.

Dalam acara yang berlangsung pada 13 Januari 2019 di Gladak, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo itu tim kampanye Jokowi-Ma'ruf setempat kemudian melaporkan Slamet ke Bawaslu Solo. Mereka menilai Slamet telah mengucapkan hal-hal bermuatan kampanye untuk pasangan capres nomor 02.

Bawaslu lantas memproses laporan dengan memeriksa saksi. Bawaslu kemudian menyimpulkan bahwa kasus Slamet tergolong dalam ranah pidana pemilu yang kemudian dilimpahkan ke Polres Surakarta.



Sumber: BeritaSatu.com