Kubu Prabowo; Slamet Maarif Tersangka Bentuk Kepanikan Penguasa

Kubu Prabowo; Slamet Maarif Tersangka Bentuk Kepanikan Penguasa
Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi (tengah) didampingi (dari kiri-kanan), Wakil Ketua DPRD DKI Muhammad Taufik, Triwisaksana, Abraham Lunggana, serta Ferrial Sofyan memaparkan hasil pertemuan tertutup dengan Wapres Jusuf Kalla terkait kisruh APBD DKI di Kantor Wapres, Jakarta, 23 Maret 2015 ( Foto: Antara/Yudhi Mahatma )
Carlos KY Paath / AMA Selasa, 12 Februari 2019 | 13:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Penetapan Ketua Umum (ketum) Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif sebagai tersangka dinilai bentuk kepanikan rezim. Terkadang, kepanikan yang kerap terjadi memunculkan blunder.

“Ketum PA 212 jadi tersangka, ini bagian dari kepanikan. Dari panik, maka muncul jadi blunder,” kata Ketua Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi), Muhammad Taufik.

Hal itu disampaikan Muhammad Taufik saat membuka diskusi publik “Topic of the Week” bertajuk “Jelang Pilpres, Jokowi Blunder dan Panik?” di Kantor Seknas Prabowo-Sandi, Jakarta, Selasa (12/2). Slamet Maarif ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan kampanye di luar jadwal Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Kalau blunder terus, insyaalah ini tanda-tanda kita mau menang. Mereka bisa tangkap semua yang berhubungan dengan Pak Prabowo dan Pak Sandi. Tapi mereka tidak bisa kerangkeng kehendak rakyat untuk melakukan perubahan,” tegas Muhammad Taufik.



CLOSE