Kasus Pengaturan Skor, Polisi Tunggu Analisa Jaksa

Kasus Pengaturan Skor, Polisi Tunggu Analisa Jaksa
Satgas Antimafia Bola menggeledah kantor PT Liga Indonesia, Senin 4 Februari 2019. ( Foto: Beritasatu.com / Farouk Arnaz )
Bayu Marhaenjati / FMB Selasa, 12 Februari 2019 | 13:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola, telah mengirimkan berkas perkara enam tersangka kasus dugaan pengaturan skor ke kejaksaan. Penyidik saat ini sedang menunggu pihak jaksa menganalisa berkas apakah dinyatakan lengkap (P21) atau perlu dilengkapi kembali (P19).

"Kita tunggu berkas perkara yang sudah kita limpahkan. Nanti kira-kira seperti apa informasi kejaksaan terkait berkas itu," ujar Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, Selasa (12/2).

Diketahui, Satgas Antimafia Bola, telah rampung menyusun berkas enam tersangka kasus dugaan pengaturan skor, dan melimpahkannya ke kejaksaan. Berkas perkara yang sudah selesai disusun yakni berkas tersangka anggota Exco PSSI Johar Lin Eng, mantan anggota Komite Wasit PSSI Priyanto, Anik Yuni Artikasari, mantan anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih, wasit Nurul Safarid, dan ML selaku staf direktur perwasitan.

Sebelumnya, Satgas Antimafia Bola sedang fokus menangani dua laporan terkait kasus dugaan pengaturan skor atau match fixing. Pertama laporan yang dibuat Manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani. Kedua, laporan berkaitan dengan laga PSS Sleman kontra Madura FC di Liga 2. Penyidik sudah menaikkan status kedua laporan itu dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Hingga saat ini polisi telah menetapkan 11 orang tersangka terkait kasus dugaan pengaturan skor. Awalnya, polisi menetapkan lima tersangka yakni, anggota Exco PSSI Johar Lin Eng, mantan anggota Komite Wasit PSSI Priyanto, Anik Yuni Artikasari, mantan anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih, dan wasit Nurul Safarid.

Usia melakukan gelar perkara lanjutan, polisi kembali menetapkan lima orang tersangka berinisial CH, P, D, ML, dan MR. Terakhir, penyidik menetapkan Vigit Waluyo terkait dugaan kasus pengaturan skor PS Mojokerto Putra (PSMP).



Sumber: BeritaSatu.com