Bandar Sabu Tewas Ditembak di Aceh

Bandar Sabu Tewas Ditembak di Aceh
BNN Tangkap 12 Bandar Narkoba di Aceh dan Medan ( Foto: Youtube.com/BeritaSatu / BSTV )
Bayu Marhaenjati / MPA Senin, 25 Februari 2019 | 20:26 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com-Badan Narkotika Nasional (BNN), Polda Aceh dan Polres Langsa, mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu-sabu jaringan Malaysia-Aceh, di daerah Tamiang, Aceh. Bandar atau pemilik sabu-sabu tewas ditembak petugas karena berusaha melawan dan melarikan diri pada saat pengembangan.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat bahwa akan ada kegiatan penyelundupan sabu-sabu dari Langkawi, Malaysia menuju Tamiang, Aceh, melalui jalur laut menggunakan kapal penangkap ikan. Setelah serah terima, para pelaku kemudian masuk melalui alur-alur sungai kecil.

"Berdasarkan informasi itu, BNN bekerjasama dengan Polres Langsa melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap enam tersangka, dan barang bukti 10 bungkus sabu, di daerah Tamiang, Aceh," ujar Arman melalui keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Senin (25/2).

Dikatakan, keenam tersangka yang ditangkap atas nama Ateng, Safitri (pengendali), Syarifudin, Daud, Alfinda, dan Junaidi alias Toni selaku pemilik narkoba.

"Pada saat pengembangan, tanpa disangka tersangka Toni berusaha melarikan diri di daerah Gampong Gedam, sekitar pukul 02.30 WIB. Kemudian petugas BNN melakukan tindakan tegas terukur menggunakan senjata api untuk melumpuhkan, dan mengenai tubuh Toni," ungkap Arman.

Arman menyampaikan, petugas sempat melakukan pertolongan dengan membawa tersangka Toni ke Rumah Sakit Umum Daerah Langsa, namun yang bersangkutan meninggal dalam perjalanan.

"Tersangka meninggal dunia dalam perjalanan ke Rumah Sakit Umum Daerah Langsa. Tersangka dan penanganan kasus dilimpahkan ke penyidik Polda Aceh atau Polres Langsa," kata Arman.



Sumber: BeritaSatu.com