Penetapan Tersangka Kemah Pemuda Usai Pengitungan Kerugian Negara

Penetapan Tersangka Kemah Pemuda Usai Pengitungan Kerugian Negara
Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandi, Dahnil Azhar Simanjuntak diperiksa terkait dugaan korupsi dana kemah Pemuda Islam.
Bayu Marhaenjati / YUD Kamis, 14 Maret 2019 | 21:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, belum menetapkan tersangka terkait dugaan tindak pidana korupsi berupa penyimpangan penggunaan anggaran kegiatan kemah dan apel pemuda Islam Indonesia, kendati kasusnya telah naik penyidikan.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Adi Deriyan mengatakan, penyidik harus memiliki alat bukti yang kuat sebelum menetapkan tersangka. Kuncinya, harus diketahui secara pasti terlebih dulu berapa jumlah kerugian negara dalam kasus ini.

"Kita kan menangani kasus harus benar-benar alat bukti harus kuat. Jadi begini, penetapan tersangka itu dimunculkan setelah ada wujud pengitungan kerugian negaranya, itu kuncinya. Jadi ketika pengitungan kerugian negara ini belum final, maka kita belum bisa menetapkan tersangkanya," ujar Adi, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (14/3/2019).

Dikatakan Adi, penyidik akan mengundang auditor untuk menentukan estimasi kerugian negara. "Dari hasil temuan itu, hal-hal apa saja yang menjadi temuan kita sampaikan kepada mereka untuk dianalisa apakah itu masuk dalam kategori kerugian negara atau tidak," ungkapnya.

Menurutnya, hingga saat ini belum dipastikan berapa jumlah kerugian negara akibat kasus dugaan penyimpangan dana itu. "Iya kan auditor nanti yang akan memastikan berapa jumlah kerugian negaranya," katanya.

Diketahui, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, tengah menyelidiki kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa penyimpangan penggunaan anggaran senilai Rp 2 miliar, terkait kegiatan kemah dan apel pemuda Islam Indonesia yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga beserta organisasi kepemudaan.

Penyidik telah menaikan status kasus dugaan penyimpangan penggunaan anggaran itu, dari penyelidikan ke tingkat penyidikan berdasarkan hasil gelar perkara dan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyebut ada dugaan kerugian negara.

Sebelumnya, penyidik telah memanggil dan memeriksa sejumlah saksi untuk dimintai keterangannya terkait kasus ini. Mereka adalah Abdul Latif dari Kemenpora, Ahmad Fanani dari Pemuda Muhammadiyah, Safarudin dari GP Ansor, termasuk mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar.



Sumber: BeritaSatu.com