Mantan Sekda Aceh Beberkan Program Antikorupsi Irwandi Yusuf

Mantan Sekda Aceh Beberkan Program Antikorupsi Irwandi Yusuf
Terdakwa Gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf (kedua kanan) mendengarkan keterangan saksi pada sidang lanjutan kasus dugaan suap Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (14/3/2019). Sidang beragenda mendengarkan keterangan dua saksi meringankan dari terdakwa yakni mantan Komandan Operasi wilayah IV Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Aceh Timur Angga dan mantan Sekretaris Daerah Aceh Teuku Setiabudi. ( Foto: ANTARA FOTO / Indrianto Eko Suwarso )
Fana Suparman / JAS Jumat, 15 Maret 2019 | 08:16 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Aceh, Teuku Setia Budi membeberkan sejumlah program antikorupsi yang dilakukan Gubernur nonaktif Aceh, Irwandi Yusuf.

Hal ini disampaikan Setia Budi saat bersaksi dalam sidang perkara dugaan suap dan gratifikasi dengan terdakwa Irwandi Yusuf di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Setia Budi yang menjabat Sekda Aceh periode 2010-2013 mengatakan, program antikorupsi yang pertama dilakukan Irwandi Yusuf yakni dengan membentuk tim asistensi menertibkan aset-aset milik Pemprov Aceh.

Tim asistensi ini dibentuk lantaran awalnya banyak aset-aset Pemprov Aceh yang tidak terinventaris dengan baik. Salah satunya sejumlah mobil milik Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) yang diserahkan ke Pemprov Aceh pasca lembaga itu dibubarkan. Sedianya mobil itu dibagikan kepada sejumlah dinas untuk operasional.

"Namun ternyata mobil ini tidak dicatat sebagai inventaris Ada laporan masyarakat," kata Setia Budi dalam kesaksiannya di persidangan.

Temuan itu ditindaklanjuti tim asistensi tersebut dan melaporkannya ke Irwandi. Akhirnya mobil-mobil itu ditarik ke Sekretariat Pemda. Selain itu, kata Setia Budi, Irwandi juga membentuk Tim Antikorupsi Pemprov Aceh. Tim ini berfungsi mengumpulkan aduan masyarakat atas dugaan korupsi di Aceh. Salah satu kasus yang ditangani tim ini ialah dugaan pungli di jembatan timbang Seumadam.

"Ada pungli di timbangan Seumadam, laporkan, sampai ke beliau (Irwandi) lalu diambil tindakan administratif kemudian kepada yang bersangkutan," ungkapnya.

Lebih jauh, Setia Budi memaparkan, dalam program antikorupsi lain yang dilakukan Irwandi adalah dengan menerapkan fit and proper test oleh tim khusus independen untuk penempatan pejabat eselon 2.

"Dijaringlah orang-orang yang cocok jadi pejabat eselon 2 itu. Itu belum pernah ada di Indonesia sebelumnya," ungkapnya.

Tak hanya itu Setia Budi mengatakan, Irwandi juga membentuk tim Task Force Percepatan Pengendalian Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA).

Saat ini, kepala tim Task Force tersebut kerap diundang ke daerah-daerah lain untuk menjelaskan mengenai sistem yang digunakan dalam mengendalikan anggaran daerah. "Itu, yang begitu yang saya lihat," katanya.

Lebih jauh, Setia Budi mengatakan, Irwandi kerap mengingatkan kepada jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk mengelola pemerintahan sesuai asas umum pemerintahan yang baik. Diungkapkan setiap rapat kerja, Irwandi Yusuf meminta berpedoman kepada Mahzab Hanafi.

"Begitu beliau terpilih untuk kedua kali, dia mengatakan ini pegang Mahzab Hanafi. Hanafi itu bahasa Aceh. Hana itu tidak ada, fi itu fee (biaya). Itu di berbagai kesempatan disampaikan" katanya.

Selama menjadi "tangan kanan" Irwandi di pemerintahan, Setia Budi menilai Irwandi sebagai orang cerdas dan rasional, tegas dan berani, serta pengiba.

Diketahui, Jaksa KPK mendakwa Irwandi telah menerima suap dari Bupati Bener Meriah Ahmadi sebesar Rp 1,05 miliar terkait Dana Otonomi Khusus Aceh. Selain itu, Jaksa juga mendakwa Irwandi telah menerima gratifikasi selama menjabat sebagai Gubernur Aceh periode 2017-2022 sebesar Rp 8,71 miliar.

Jaksa juga mendakwa Irwandi dan Izil Azhar telah menerima gratifikasi sebesar Rp 32,45 miliar dari Board of Management PT Nindya Sejati sebesar Rp 32,45 miliar terkait pembangunan Dermaga Bongkar ‎pada Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Sabang Aceh yang dibiayai APBN.



Sumber: Suara Pembaruan