Satgas Antimafia Bola Tegaskan Tidak Bakal "Masuk Angin"

Satgas Antimafia Bola Tegaskan Tidak Bakal
Apartemen Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono digeledah Satgas anti-manfia bola. ( Foto: Beritasatu Photo / Farouk Arnaz )
Bayu Marhaenjati / YUD Jumat, 15 Maret 2019 | 19:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Satgas Anti Mafia Bola, menegaskan tidak akan "masuk angin" dalam mengungkap tindak pidana atau membongkar praktik mafia, di sepakbola Tanah Air. Ke depan sangat dimungkinkan penyidik akan menetapkan tersangka baru.

"Sejak awal satgas dibentuk oleh bapak Kapolri tanggal 21 Desember, kita memang sudah diperintahkan untuk tegak lurus tidak ada intervensi, dan istilahnya tanda kutip kita semua harus merah putih," tandas Wakil Ketua Anev Satgas Anti Mafia Bola Kombes Pol Edi Ciptianto, dalam diskusi bertajuk "Libas Habis Mafia Bola", di Mapolda Metro Jaya, Jumat (15/3/2019).

Dikatakan Edi, mulai dari ketua, tim penyidik hingga staf sekretariat semuanya tegak lurus. "Bahkan untuk menyampaikan ke media saja kita lewat satu pintu yaitu, dari Humas Mabes Polri maupun Humas Polda Metro Jaya. Sehingga kita semua diatur sedemikian rupa, diberikan garis kebijakan oleh bapak Kapolri, ditindaklanjuti Kasatgas (Brigjen Hendro Pandowo). Dan, yakinlah Satgas Antimafia Bola tidak akan masuk angin," ungkapnya.

Edi menuturkan, hingga saat ini ada lima laporan yang ditindaklanjuti tim penyidik Satgas Antimafia Bola. Namun, baru dua laporan yang menjadi utama penyidikan yakni laporan mantan Manajer Banjarnegara Lasmi Indaryani dan laporan yang berkaitan dengan laga PSS Sleman kontra Madura FC.

"Sejauh ini, sudah ada 16 orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Enam tersangka ditahan, kemudian yang lainnya sementara masih kami di dalami. Jadi ada yang ditahan dan tidak," kata Edi.

Bidik Tersangka Baru

Edi menegaskan, ke depan sangat dimungkinkan ada penetapan tersangka baru terkait kasus pengaturan skor atau mafia bola.

"Dimungkinkan ada tersangka lagi. Namun sesuai dengan penyampaian Kasatgas pada saat kita melakukan analisa dan evaluasi, kita fokus ini dulu. Fokus terhadap laporan polisi yang sudah masuk. Sekali lagi untuk mengungkap, kemudian melakukan penyidikan kasus ini tidak mudah, perlu kerja keras, ekstra. Pak Joko Driyono (Plt Ketum PSSI) saja diperiksanya sampai maraton seperti itu. Sehingga kita fokus dulu, kita selesaikan satu persatu dulu yang ada. Dan apabila nanti memang dimungkinkan akan ada tersangka baru, dimungkinkan," jelasnya.

Edi melanjutkan, satgas sangat ingin menjawab harapan masyarakat agar kasus ini dapat diungkap tuntas. "Ini memang akan segera kita tuntaskan. Karena ini juga bagian dari hak tersangka. Tersangka menginginkan dipercepat prosesnya, kemudian kita juga dibatasi masa penahanan," terangnya.

"Dan memang untuk melakukan penyidikan tidak mudah. Para penyidik juga mengundang ahli, berkoordinasi dengan pihak kejaksaan. Kemudian memasukan atau mencari petujuk supaya masuk dalam pasal pidananya itu juga perlu hal khusus. Sehingga jangan sampai, karena nanti akan di sidang pengadilan, menjadi kontra produktif nantinya," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com