Irwandi Yusuf Ceritakan Perundingan Helsinki

Irwandi Yusuf Ceritakan Perundingan Helsinki
Irwandi Yusuf. ( Foto: Antara / Sigid Kurniawan )
Fana Suparman / YUD Senin, 18 Maret 2019 | 16:29 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf menuturkan kisah mengenai kehadirannya dalam perundingan damai antara pemerintah RI dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Helsinki, Finlandia pada 2005 silam. Irwandi mengklaim menjadi satu-satunya orang Aceh yang dapat menghadiri perundingan tersebut. Cerita ini disampaikan Irwandi saat menjalani pemeriksaan terdakwa perkara dugaan suap dan gratifikasi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (18/3).

Irwandi menuturkan sempat menjalani hukuman lantaran diduga menjadi juru runding GAM. Hukuman itu diberikan karena pada saat itu Irwandi menjadi anggota palang merah Internasional. Namun, dari hukuman 9 tahun, Irwandi hanya menjalani 19 bulan di penjara karena bencana tsunami yang menimpa Aceh pada 2004 lalu.

"Saya dikurung di Banda Aceh, tapi saya tidak menjalani 9 tahun. Baru 19 bulan penjara diterjang tsunami dan saya seorang dari 40 orang yang selamat," tuturnya.

Saat tiba di Finlandia, kata Irwandi, dirinya sempat diperiksa oleh Uni Eropa karena diduga kabur dari penjara. Namun, Irwandi mengaku bukan kabur dari penjara melainkan selamat dari terjangan tsunami.

"Saya bilang saya tidak lari dari penjara, tapi penjara yang lari dari saya," kata Irwandi.

Irwandi kemudian berhasil menghadiri perundingan damai tersebut. Dalam perundingan itu, Irwandi membeberkan data-data mengenai Aceh.

"Saya memberikan data, karena yang hadir ke Helsinki yang dari Aceh cuma saya. Setelah berhasil saya pulang untuk memimpin perundingan di Aceh," tuturnya.

Diketahui, Jaksa KPK mendakwa Irwandi telah menerima suap dari Bupati Bener Meriah Ahmadi sebesar Rp 1,05 miliar terkait Dana Otonomi Khusus Aceh. Selain itu, Jaksa juga mendakwa Irwandi telah menerima gratifikasi selama menjabat sebagai Gubernur Aceh periode 2017-2022 sebesar Rp 8,71 miliar. Jaksa juga mendakwa Irwandi dan Izil Azhar telah menerima gratifikasi sebesar Rp 32,45 miliar dari Board of Management PT Nindya Sejati sebesar Rp 32,45 miliar terkait pembangunan Dermaga Bongkar ‎pada Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Sabang Aceh yang dibiayai APBN.



Sumber: Suara Pembaruan