Dituntut 5 Tahun Penjara, Idrus Bersalah Menerima Suap

Dituntut 5 Tahun Penjara, Idrus Bersalah Menerima Suap
Terdakwa kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 Idrus Marham (kanan) menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (12/3/2019). Sidang mantan Menteri Sosial tersebut beragendakan pemeriksaan terdakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK. ( Foto: ANTARA FOTO / Reno Esnir )
Ahmad Salman / AIS Kamis, 21 Maret 2019 | 20:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Menteri Sosial Idrus Marham dituntut pidana penjara selama 5 tahun, denda Rp 300 juta, serta subsider 4 bulan kurungan oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (21/3/2019).

Idrus diyakini jaksa bersalah menerima suap Rp 2,25 miliar dari pengusaha Johannes Kotjo. Uang untuk membantu mendapatkan proyek PLTU Riau-1.

Dari fakta persidangan, jaksa menilai terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama menerima uang suap dari Komisaris PT Blackgold Natural Resources Johannes.

Menanggapi tuntutan jaksa, terdakwa Idrus dan kuasa hukumnya akan mengajukan nota pembelaan atau pledoi. Nota akan disampaikan pada Kamis 28 Maret 2019.

Menurut Idrus, fakta persidangan belum seluruhnya dibuktikan dalam tuntutan jaksa. Sehingga penting diluruskan dalam pledoi nanti.

Lihat video: 



Sumber: BeritaSatu TV