OTT Direktur Krakatau Steel, KPK Amankan 6 Orang

OTT Direktur Krakatau Steel, KPK Amankan 6 Orang
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. ( Foto: Antara / Aprilio Akbar )
Fana Suparman / AB Sabtu, 23 Maret 2019 | 11:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengamankan dua orang terkait operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Direktur PT Krakatau Steel. Dua orang yang terdiri dari unsur swasta dan pegawai BUMN ini telah dibawa ke gedung KPK, Jakarta Sabtu (23/3/2019) pagi untuk menjalani pemeriksaan intensif. Hingga saat ini, KPK telah menangkap enam orang terkait OTT tersebut.

"Sampai pagi ini ada dua orang lagi yang dibawa ke kantor KPK," kata Jubir KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Sabtu (23/3) pagi.

Sebelumnya KPK telah menangkap empat orang dalam OTT di Jakarta dan kawasan BSD, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (22/3/2019). Keempat orang yang dibekuk terdiri dari petinggi PT Krakatau Steel, pegawai Krakatau Steel dan pihak swasta. Keempat orang tersebut ditangkap lantaran diduga terlibat transaksi suap terkait dengan proyek di Krakatau Steel.

"Kami menduga sudah terjadi transaksi pada salah satu direktur BUMN diduga menerima uang dari pihak swasta dalam hal ini kontraktor yang kami indikasikan sebelumnya pernah punya kerja sama atau pengerjaan proyek dengan BUMN tersebut," kata Febri Diansyah.

Berdasar informasi, petinggi Krakatau Steel yang turut diamankan KPK tersebut adalah seorang direktur berinisial WK. Informasi yang beredar di kalangan wartawan menyebutkan bahwa uang itu digunakan untuk biaya pernikahan anak WK.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Febri Diansyah masih enggan mengungkap dan membenarkan identitas petinggi Krakatau Steel yang diamankan atau peruntukan suap tersebut. Febri Diansyah hanya mengatakan identifikasi KPK sejauh ini mengindikasikan bahwa pihak kontraktor pernah mempunyai kerja sama atau akan bekerja sama dengan Krakatau Steel terkait proyek.

“Jadi, kaitan kepentingannya sejauh ini terkait dengan hal itu (proyek, Red)," kata Febri Diansyah.

Direktur PT Krakatau Steel tersebut tak hanya menerima suap dalam bentuk uang tunai dalam pecahan rupiah dan dolar, tetapi juga menerima suap melalui sarana perbankan. Saat ini, KPK sedang mendalami transaksi suap tersebut

"Transaksi yang didalami saat ini karena diduga ada kombinasi antara pemberian secara cepat dan penggunaan sarana perbankan. Keduanya sedang didalami, baik transaksi yang gunakan rupiah ataupun dolar," kata Febri Diansyah.

Febri Diansyah juga masih enggan membeberkan secara terperinci nominal uang suap yang diterima direktur Krakatau Steel tersebut. Febri Diansyah berjanji akan menyampaikan lebih detail mengenai kasus ini dalam konferensi pers yang rencananya digelar Sabtu (23/3/2019) sore.

"Baru kita sampaikan informasinya dalam konferensi pers. Semoga bisa kita sampaikan Sabtu sore," kata Febri Diansyah.

Saat ini, enam orang yang ditangkap masih menjalani pemeriksaan intensif di gedung KPK. Lembaga Antikorupsi memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum mereka. 

 



Sumber: Suara Pembaruan