Refly Harun: Pemenang Pilpres 2019 Ditentukan Suara Terbanyak

Refly Harun: Pemenang Pilpres 2019 Ditentukan Suara Terbanyak
Refly Harun. ( Foto: Antara / Indriarto Eko Suwarso )
Yudo Dahono / YUD Sabtu, 20 April 2019 | 14:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Terkait kabar yang beredar media sosial bahwa paslon di Pemilu Presiden 2019 harus memenuhi syarat dalam Pasal 6A ayat (3) UUD 1945, pakar hukum tata negara Refly Harun menyatakan pendapatnya.

Melalui akun Twitter @ReflyHz, pada Sabtu (20/4/2019), Refly berpendapat bahwa pemenang Pilpres 2019 ditentukan oleh siapa yang mendapatkan suara terbanyak.

Kalau jumlah pasangannya cuma dua, tidak dibutuhkan syarat persentase dan persebaran suara. Siapa yang mendapatkan suara yang terbanyak, dia yang menjadi calon terpilih. Putusan MK 3 Juli 2014.

Kalau jumlah pasangannya cuma dua, tidak dibutuhkan syarat persentase dan persebaran suara. Siapa yang mendapatkan suara yang terbanyak, dia yang menjadi calon terpilih. Putusan MK 3 Juli 2014.

Seperti diketahui di media sosial beredar kabar bahwa pemenang Pilpres adalah pasangan calon presiden dan wakil presiden yang mendapatkan suara lebih dari lima puluh persen dari jumlah suara dalam pemilihan umum dengan sedikitnya dua puluh persen suara di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia, dilantik menjadi presiden dan wakil presiden.



Sumber: BeritaSatu.com