Hari Ini, KPK Umumkan Tersangka Baru Kasus PLTU Riau-1

Hari Ini, KPK Umumkan Tersangka Baru Kasus PLTU Riau-1
Febri Diansyah. ( Foto: Antara )
Fana Suparman / CAH Selasa, 23 April 2019 | 16:42 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengumumkan tersangka baru, Selasa (23/4/2019) ini. Tersangka baru ini merupakan pengembangan dari kasus dugaan suap yang berhubungan dengan energi.

"Ya, sore ini akan kami sampaikan pada masyarakat perkembangan penanganan perkara yang sedang ditangani KPK. Ini merupakan perkara dugaan korupsi di sektor energi, sebuah sektor yang menjadi perhatian KPK karena bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat secara luas," kata Jubir KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Selasa (23/4/2019).

Febri Diansyah menyebut kasus ini berawal dari OTT yang dilakukan tahun lalu. Diketahui, terdapat sejumlah kasus yang berhubungan dengan energi yang ditangani KPK. Namun, berdasarkan catatan SP, kasus yang bermula dari OTT pada tahun lalu dan berhubungan dengan energi adalah kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1. Febri membenarkan, tersangka baru yang akan diumumkan KPK merupakan pengembangan kasus suap PLTU Riau-1.

"Iya, pengembangan perkara PLTU Riau-1," kata Febri Diansyah.

Diketahui, KPK menangkap Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Golkar Eni Maulani Saragih di rumah dinas Menteri Sosial saat itu, Idrus Marham pada Juli 2018. Selain Eni, KPK juga menangkap pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited Johannes B. Kotjo. Dalam pengembangan kasus ini, KPK menetapkan Idrus Marham sebagai tersangka. Eni bersama Idrus diduga menerima suap dari Johannes untuk membantunya mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (PLTU) Riau 1.

Proyek tersebut rencananya digarap PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PT PJBI), Blackgold Natural Resources dan China Huadian Engineering Company Ltd yang dibawa oleh Kotjo.

Eni dan Kotjo telah divonis bersalah dan dihukum masing-masing 6 tahun pidana penjara dan 4,5 tahun pidana penjara. Tak hanya Eni dan Kotjo, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta baru saja menjatuhkan hukuman 3 tahun pidana penjara terhadap Idrus Marham.

Dalam pengembangan kasus ini, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus ini. Pihak tersebut berasal dari unsur penyelenggara negara.

"Dari OTT yang kami lakukan tahun lalu, terdapat bukti-bukti bahwa ada pelaku lain dari unsur Penyelenggara Negara yang diduga terlibat," ungkap Febri.

Diketahui, kasus ini bermula saat Kotjo melalui Rudy Herlambang selaku Direktur PT Samantaka Batubara mengajukan permohonan dalam bentuk IPP kepada PT PLN Persero terkait rencana pembangunan PLTU. Namun, lantaran tidak ada tanggapan dari PLN, Kotjo menemui Ketua DPR sekaligus Ketua Umum Partai Golkar saat itu Setya Novanto untuk meminta bantuan agar dipertemukan dengan pihak PLN.

Menyanggupi permintaan Kotjo, Novanto mengenalkan Kotjo dengan Eni yang merupakan anggota Komisi VII DPR yang membidangi energi. Dalam upayanya membantu Kotjo, Eni pun bertemu dengan pihak-pihak terkait, termasuk Direktur Utama PLN Sofyan Basir.

Febri masih enggan menyebut Penyelenggara Negara lain yang menyandang status tersangka kasus ini. Febri meminta masyarakat bersabar menunggu konferensi pers yang akan disampaikan KPK.
"Nanti selengkapnya akan disampaikan saat konferensi pers," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan