Pimpinan KPK Benarkan Bupati Solok Selatan Sudah Tersangka

Pimpinan KPK Benarkan Bupati Solok Selatan Sudah Tersangka
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan (kanan) didampingi Juru bicara KPK Febri Diansyah, memberikan keterangan kepada wartawan tentang penetapan tersangka baru kasus korupsi di Gedung KPK, Jakarta, 10 Juli 2018. ( Foto: Antara / Reno Esnir )
Fana Suparman / FMB Sabtu, 27 April 2019 | 10:12 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Basaria Panjaitan membenarkan pihaknya telah menetapkan Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria sebagai tersangka. Adanya penetapan tersangka terhadap Muzni mencuat saat tim penyidik menggeledah rumah Muzni pada Kamis (25/4/2019) lalu. Dalam proses penegakan hukum yang dilakukan KPK, penggeledahan dilakukan terkait suatu perkara di tahap penyidikan dan telah menetapkan tersangka.

"Iya benar (sudah tersangka)," kata Basaria saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Sabtu (27/4/2019).

Meski demikian, Basaria masih enggan menjelaskan mengenai kasus dugaan korupsi yang menjerat Muzni.

Diketahui, tim penyidik KPK menggeledah rumah Muzni di kawasan Asratek, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat pada Kamis (25/4/2019). Dari pengeledahan yang berlangsung sejak pagi hingga siang ini, tim penyidik menyita sejumlah dokumen yang berkaitan dengan proyek.

"Dari lokasi disita dokumen-dokumen terkait proyek," kata Jubir KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Kamis (25/4/2019).

Dokumen-dokumen tersebut disita lantaran diduga terkait dengan perkara yang kini ditangani KPK. Namun, Febri masih enggan membeberkan dugaan korupsi yang terjadi di Kabupaten Solok Selatan. Termasuk status Muzni dalam kasus tersebut. Febri hanya memastikan penggeledahan ini dilakukan terkait dengan perkara yang telah berada di tahap penyidikan. Febri berjanji akan informasi lebih rinci mengenai kasus ini, termasuk status Muzni akan disampaikan dalam konferensi pers.

"Nanti informasi lebih lengkap terkait perkara dan tersangkanya akan disampaikan menyusul," katanya.

Diduga, kasus yang menyeret Muzni ini terkait dengan dugaan suap proyek pengadaan di Dinas PU Solok Selatan. Muzni sendiri pernah dua kali dimintai keterangan oleh KPK pada 27 Januari dan 11 Februari 2019.



Sumber: Suara Pembaruan