Kasus Rommy, Khofifah Bantah Beri Rekomendasi

Kasus Rommy, Khofifah Bantah Beri Rekomendasi
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat memberikan keterangan pers di Gedung Grahadi Surabaya, Sabtu (23/3/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Amrozi Amenan )
Aries Sudiono / JAS Sabtu, 27 April 2019 | 10:31 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa sudah menjalani pemeriksaan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan mengambil tempat di Mapolda Jatim, Jumat (26/4).

Usai diperiksa, Khofifah membantah keterangan bahwa dirinya memberikan rekomendasi atas nama Haris Hasanuddin agar bisa diangkat menjadi Kakanwil Kemag Jatim periode 2018-2019 dan Kepala Kantor Kemag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi sebagaimana diungkapkan Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy alias Rommy.

Khofifah menjalani proses pemeriksaan selama kurang lebih 1,5 jam, dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 11.30 WIB., terkait kasus operasi tangkap tangan (OTT) Rommy yang diduga menerima uang suap untuk jual-beli jabatan kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemag) Jatim dan kepala kantor cabang (Kakancab) Kemag Kabupaten Gresik.

“Saya dimintai keterangan sebagai saksi atas 'nyanyian' Rommy yang menyebut-nyebut saya ikut memberikan rekomendasi atas penunjukan Pak Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil Kemag Jatim dan Pak Muafaq sebagai Kakancab Kemenag Gresik,” ujar Khofifah menjawab pertanyaan wartawan, Jumat kemarin.

Gubernur Jatim itu menyatakan pengakuan Rommy yang menyebutkan dirinya ikut memberikan rekomendasi atas nama Haris Hasanuddin agar bisa diangkat menjadi Kakanwil Kemenag Jatim periode 2018-2019, adalah tidak benar.

Nggak ada itu rekom-rekoman (rekomendasi), apalagi di Kemag Jatim,” tandas Khofifah.

Khofifah juga menegaskan semua yang ia ketahui sudah disampaikan kepada penyidik KPK. Ia mengaku tidak ada relevansinya ia ditarik-tarik, seolah-olah ikut campur masalah rekrutmen Kakanwil Kemag yang merupakan kewenangan Menteri Agama RI.

Sebagaimana disampaikan juru bicara KPK, Febri Diansyah di Jakarta, tim penyidik KPK sedang memeriksa lima orang saksi, di antaranya Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa terkait dengan dugaan rekomendasi atas nama Haris Hasanudin sebagai kepala Kanwil Kemenag Jatim kepada mantan Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy. Disebutkan ada lima orang yang didengar keterangannya sebagai saksi di ruang Ditreskrimsus Polda Jatim. 

Diberitakan, KPK menetapkan Rommy bersama Kepala Kantor Kemag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kakanwil Kemag Provinsi Jatim, Haris Hasanuddin sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kemag.

Muafaq dan Haris diduga telah menyuap Rommy untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemag. Muafaq mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kemag Kabupaten Gresik dan Haris mendaftar sebagai Kakanwil Kemag Provinsi Jatim.

Pada 6 Februari 2019, Haris mendatangi kediaman Rommy dan menyerahkan uang sebesar Rp 250 juta untuk memuluskan proses seleksi ini sesuai kesepakatan. Saat itu, KPK menduga telah terjadi pemberian suap tahap pertama.

Namun, pada pertengahan Februari 2019, pihak Kemag menerima informasi bahwa nama Haris Hasanuddin tidak lolos seleksi untuk diusulkan ke Menteri Agama karena pernah mendapatkan hukuman disiplin.

KPK menduga telah terjadi kerja sama antara Rommy dan pihak-pihak tertentu termasuk pejabat Kemag untuk tetap meloloskan Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil Kemag Provinsi Jatim.

Selanjutnya, Haris Hasanuddin dilantik oleh Menag sebagai Kakanwil Kemag Jatim pada awal Maret 2019. Setelah Haris lolos seleksi dan menjabat Kakanwil Kemag Jatim, Muafaq meminta bantuan kepada Haris untuk dipertemukan dengan Rommy.

Pada Jumat (15/3) lalu, Muafaq, Haris, dan calon anggota DPRD Kabupaten Gresik dari PPP, Abdul Wahab menemui Rommy untuk menyerahkan uang Rp 50 juta terkait kepentingan jabatan‎ Muafaq.



Sumber: Suara Pembaruan