BPN Laporkan KPU dan Lembaga Quick Count ke Bawaslu

BPN Laporkan KPU dan Lembaga Quick Count ke Bawaslu
Ilustrasi Pemilu 2019. ( Foto: AFP )
Hotman Siregar / YUD Jumat, 3 Mei 2019 | 17:07 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi secara resmi melaporkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Lembaga survei Quick Count ke Bawaslu, Jumat (3/5/2019) sore. Menurut BPN, hasil quick count lembaga survei yang dipublikasikan kepada publik pada 17 April 2019 adalah menyesatkan.

"Kami membawa bukti dari Bengkulu dan daerah lainnya yang menurut hasil quick count lembaga survei memenangkan capres 01. Faktanya hasil Situng KPU Prabowo-Sandi menang di Bengkulu. Artinya, lembaga quick count itu menyesatkan," ujar Direktur Hukum dan Advokasi BPN Prabowo-Sandi Sufmi Dasco Ahmad di kantor Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (3/5/2019) sore.

Dasco berserta timnya membawa berkas-berkas pelanggaran KPU dan lembaga quick count ke Bawaslu. Ia berharap Bawaslu segera menindaklanjuti laporan tersebut.

"Yang dilaporkan KPU dan lembaga survei yang pada 17 April melakukan quick count. Kita menyatakan ada pelanggaran serius yang menyesatkan publik," katanya.

Lembaga-lembaga quick count itu menurut Dasco telah terakreditasi KPU. Dengan kesalahan besar yang menurut BPN yang dilakukan lembaga survei quick count maka KPU juga harus bertanggungjawab.

"Lembaga quick count ini telah melakukan kesalahan besar. Ini sudah ada real count dari KPU sebagai buktinya," katanya.

Dasco memastikan BPN akan mempergunakan kesempatan legalitas formal hukum untuk menuntaskan berbagai masalah kecurangan dalam Pemilu 2019.

"BPN akan mempergunakan jalur konstitusional sesuai prosedur hukum," tandasnya.



Sumber: Suara Pembaruan