KPK Tangkap Hakim PN Balikpapan dan Advokat

KPK Tangkap Hakim PN Balikpapan dan Advokat
Ilustrasi OTT KPK ( Foto: Beritasatu.com )
Fana Suparman / CAH Jumat, 3 Mei 2019 | 22:08 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melancarkan operasi tangkap tangan (OTT), Jumat (3/5). Dalam OTT kali ini, tim Satgas KPK dikabarkan menangkap seorang hakim Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan.

Jubir KPK, Febri Diansyah membenarkan adanya OTT ini. Tak hanya Hakim PN Balikpapan, tim Satgas juga membekuk dua advokat seorang panitera dan seorang dari pihak swasta.

"Satu orang Hakim, dua orang pengacara, satu panitera muda dan satu swasta," kata Febri saat dikonfirmasi, Jumat (3/5/2019)

Hakim dan empat orang lainnya tersebut ditangkap lantaran diduga terlibat dalam transaksi suap. Diduga, hakim tersebut menerima suap terkait perkara pidana yang ditanganinya di PN Balikpapan.

"KPK mengamankan mereka setelah mendapatkan Informasi akan terjadinya transaksi pemberian uang pada Hakim yang mengadili sebuah perkara pidana di PN Balikpapan tersebut. Setelah kami cek di lapangan dan ada bukti-bukti awal, maka sejumlah tindakan dilakukan," katanya.

Febri mengungkapkan, suap kepada hakim tersebut agar terdakwa mendapat vonis bebas dalam dalam perkara pidana penipuan terkait dokumen tanah. Selain menangkap para pihak, tim Satgas KPK juga menyita sejumlah uang yang diduga bagian dari fee yang diminta hakim.

"Ada uang yang diamankan dalam perkara ini yang diduga merupakan bagian dari permintaan sebelumnya jika dapat membebaskan terdakwa dari ancaman pidana dalam dakwaan kasus penipuan terkait dokumen tanah," ungkap Febri.

Para pihak yang diamankan saat ini sedang diperiksa intensif tim Satgas di Mapolda Kalimantan Timur. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status perkara dan para pihak yang dibekuk.

Meski demikian, Febri masih enggan membeberkan secara rinci identitas, nominal uang yang disita maupun perkara yang menjadi bancakan hakim tersebut menerima suap. Febri berjanji informasi lebih rinci akan disampaikan dalam konferensi pers.



Sumber: Suara Pembaruan