Saksi Tidak Hadir, Sidang Joko Driyono Ditunda

Saksi Tidak Hadir, Sidang Joko Driyono Ditunda
Joko Driyono. ( Foto: Antara )
Bayu Marhaenjati / YUD Kamis, 9 Mei 2019 | 17:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Majelis Hakim Kartim Haeruddin, menunda sidang kasus dugaan memasuki garis polisi, mengambil dan merusak barang bukti, dengan terdakwa Joko Driyono, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sebab, saksi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak bisa hadir.

"Saksi sudah dipanggil, namun tidak bisa hadir karena ada tugas. Kebetulan saksi yang akan dihadirkan dari penyidik Polda Metro Jaya," ujar JPU Sigit, dalam persidangan, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2019).

Merespon hal itu, Hakim Kartim menyampaikan, persidangan tidak dapat dilanjutkan karena saksi tidak dapat hadir.

"Harusnya hari ini mendengarkan saksi. Tapi tidak ada saksi yang dihadapkan ke persidangan sehingga persidangan ini tidak dapat dilanjutkan, dan harus memanggil saksi kembali di persidangan. Ini nanti kita bikin kalendarnya (jadwal persidangan)," ungkap Kartim.

Kartim menyampaikan, karena dirinya akan melaksanakan ibadah umroh dan baru kembali tanggal 27 Mei, maka sidang selanjutnya akan digelar tanggal 28 Mei 2019. Kemungkinan, sidang selanjutnya akan digelar setiap hari Selasa dan Kamis.

"Memerintahkan kepada penuntut umum untuk menghadirkan kembali terdakwa di persidangan dan saksi-saksi serta barang buktinya, Selasa 28 Mei 2019," kata Kartim.

Diketahui sebelumnya, JPU mendakwa Joko Driyono, diduga melanggar Pasal 363, Pasal 235 dan Pasal 221 KUHP, terkait kasus menerobos garis polisi, mengambil barang bukti serta perusakan barang bukti, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (6/5/2019) kemarin. Jokdri -panggilan akrab Joko Driyono- terancam hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Jokdri dan penasihat hukumnya tidak mengajukan eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan JPU, sehingga sidang langsung masuk dalam agenda pemeriksaan pokok perkara dengan meminta keterangan saksi-saksi.



Sumber: BeritaSatu.com