Ditanya Soal Kronologi Penganiayaan, Ratna Seolah-olah Menghindar

Ditanya Soal Kronologi Penganiayaan, Ratna Seolah-olah Menghindar
Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet, didampingi anaknya Atiqah Hasiholan untuk mengikuti sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019. ( Foto: ANTARA FOTO / Yulius Satria Wijaya )
Bayu Marhaenjati / FMB Selasa, 14 Mei 2019 | 14:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Majelis Hakim Joni, sempat meminta terdakwa Ratna Sarumpaet menjawab dengan jelas pertanyaannya soal kronologi penganiayaan, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Ratna seolah-olah menghindar dan mengalihkan pertanyaan itu.

Awalnya, Joni bertanya kepada Ratna apakah bisa menjelaskan kronologis penganiayaan secara lengkap. "Saudara mengatakan dianiaya, bisa nggak saudara ceritakan kronologis lengkapnya?"

Ratna pun menjawab dengan singkat. "Saya ditinggalkan di airport, saya cari taksi untuk pulang, dianiaya," begitu kata Ratna.

Joni kemudian bertanya kepada Ratna, selanjutnya apa yang terjadi. Namun, Ratna kembali menjawab dengan singkat. Bahkan, Ratna sempat menyampaikan sudah lupa. "Lupa yang mulia," kata Ratna.

"Benar-benar lupa atau dilupa-lupakan. Saudara seperti menghindar dari cerita saudara yang saudara ceritakan. Ketika saya mau mengetahui, saudara sepenggal-sepenggal, seolah-olah mengalihkan. Makanya saya mau tahu kronologis utuhnya bagaimana," tegas Joni.

Sejurus kemudian, Ratna menjelaskan, secara rinci kronologis penganiayaan yang belakangan diketahui kalau itu merupakan kebohongan yang diproduksinya.

"Saya berada di airport bersama teman penulis. Terus mereka turun, saya diseret orang tak dikenal, lalu ditinggalkan. Lalu saya mencari kendaraan untuk cari tempat berobat (klinik). Dari klinik itu saya menuju rumah sakit di Jakarta," jelas Ratna.

Joni pun selanjutnya meminta Ratna untuk terus menjawab dengan tegas dan jelas pertanyaan yang diajukan, agar apa yang ingin diketahui majelis hakim bisa terungkap.



Sumber: BeritaSatu.com