Ratna Sebut Publik Figur Boleh Bohong

Ratna Sebut Publik Figur Boleh Bohong
Ratna Sarumpaet Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks didampingi penasehat hukumnya saat mengikuti sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan, Selasa 23 April 2019. ( Foto: ANTARA FOTO / Reno Esnir )
Bayu Marhaenjati / YUD Selasa, 14 Mei 2019 | 17:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, rampung menggelar sidang lanjutan kasus berita bohong atau hoax dengan agenda pemeriksaan terdakwa Ratna Sarumpaet, Selasa (14/5/2019) hari ini. Pada akhir persidangan, Ratna sempat menyampaikan permintaan maaf jika kurang konsisten memberikan keterangan. Ratna juga menyatakan bahwa figur publik boleh melakukan kebohongan.

Sebelum menutup persidangan, Ketua Majelis Hakim Joni memberikan kesempatan kepada Ratna apakah ingin menyampaikan keterangan lagi.

"Ada yang mau disampaikan lagi? tanya Joni.

Ratna kemudian, menyampaikan permohonan maaf apabila persidangan menjadi tersendat karena dirinya kurang konsisten dalam memberikan keterangan.

"Saya minta maaf yang mulia, bikin banyak tersendat karena saya kurang konsisten, diawal gagap-gagap," ujar Ratna, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (14/5/2019).

Ratna kemudian, memberikan catatan jangan samakan dirinya dengan pejabat publik. Sebab, pejabat publik dengan publik figur berbeda. Kalau pejabat publik dalam kedudukannya tidak boleh berbohong, namun publik figur boleh berbohong.

"Tapi saya juga ingin dicatat bahwa saya ini jangan disamakan pejabat publik dengan publik figur. Saya bukan pejabat publik. Saya aktivis yang terkenal karena pekerjaannya," ungkap Ratna.

Merespon pernyataan itu, Joni bertanya kepada Ratna, siapa yang menyamakan Ratna dengan publik figur?

"Nggak, dicatat saja. Karena ini kan hubungannya dengan kesalahan. Pejabat publik itu tidak boleh salah, tidak boleh bohong, tapi kalau publik figur boleh," jawab Ratna.

"Publik figur boleh bohong?" Joni kembali bertanya.

"Boleh. Terima kasih yang mulia," kata Ratna.

"Ya itu hak ada berpendapat," ucap Joni.

Sidang kasus berita bohong Ratna Sarumpaet, bakal kembali digelar dengan agenda tuntutan, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2019) mendatang.



Sumber: BeritaSatu.com