People Power, TNI-Polri Antisipasi Penumpang Gelap

People Power, TNI-Polri Antisipasi Penumpang Gelap
Brigjen Pol Dedi Prasetyo. ( Foto: Antara )
Farouk Arnaz / YUD Senin, 20 Mei 2019 | 17:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mabes Polri meyakini massa dari luar Jakarta yang ikut dalam aksi people power yang akan mencapai puncaknya pada Rabu 22 Mei besok tidak akan signifikan. Mereka akan datang dari Aceh, Riau, Kepri, Sumbar, Lampung, dan Kaltim.

“Nggak terlalu besar (jumlah mereka). Dalam antisipasi penumpang gelap, ada beberapa persiapan. TNI Polri tidak dilengkapi senjata dan peluru tajam dalam mengamankan unjuk rasa dan demo masyarakat,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Senin (20/5/2019).

Densus 88 sampai hari ini juga terus melakukan preemptive strike dalam rangka memitigasi serangan terorisme. Bisa dilihat fakta yang ada, bahwa pelaku teror itu sudah dekat dengan kita.

“Di Bekasi, hari ini juga ada penegakan hukum terhadap teroris, di Jakarta. Tidak menutup kemungkinan mereka ini bergabung dengan aksi massa, kan sulit mendeteksi kalau jumlahnya besar. Kita mengimbau tiap korlip yang menggerakkan massa harus bertanggungjawab dengan massa. Jangan dari jauh semuanya lalu lepas tanggung jawab,” urainya.

Polri minta para korlip juga mengenali massanya. Jika tidak kenal tidak boleh ikut dan harus dilarang. Takutnya ada peristiwa teror dan nanti ada yang jadi martir karena disusupi pelaku terorisme yang sudah dekat dengan kita.

“Saya sudah cek hari ini sampai dengan 24 jam, hari ini baru 4 yang mengajukan izin, besok ada beberapa komponen masyarakat yang mengajukan surat pada intelijen Polda,” tambahnya.



Sumber: BeritaSatu.com