Sekjen KONI Dihukum 2 Tahun 8 Bulan Penjara

Sekjen KONI Dihukum 2 Tahun 8 Bulan Penjara
Sekjen Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ending Fuad Hamidy (kiri) dan Bendahara KONI Johnny E Awuy (kanan) berjabat tangan seusai menjalani sidang dengan agenda pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis 9 Mei 2019. ( Foto: Antara Foto / Hafidz Mubarak )
Fana Suparman / HA Senin, 20 Mei 2019 | 19:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan hukuman 2 tahun 8 bulan pidana penjara dan denda Rp 100 juta subsider dua bulan kurungan terhadap Sekretaris Jenderal Komite Nasional Olaharaga Nasional Indonesia (Sekjen KONI) Ending Fuad Hamidy, Senin (20/5/2019).

Majelis Hakim menyatakan Ending Fuad terbukti bersalah bersama Bendahara KONI, Johny E Awuy menyuap pejabat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) untuk memuluskan pencairan dana hibah dari pemerintah kepada KONI melalui Kempora.

"Mengadili menyatakan terdakwa Ending Fuad Hamidy bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," kata Hakim Ketua Rustiyono saat membacakan putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Dalam putusannya, Hakim mengabulkan permohonan justice collaborator (JC) yang diajukan oleh Ending. Menurut hakim, Ending memenuhi syarat sebagai JC atau pelaku yang bekerja sama dengan penegak hukum.

Tak hanya Ending, Majelis Hakim juga menyatakan Johny bersalah. Majelis Hakim menjatuhkan hukuman 1 tahun 8 bulan pidana penjara dan denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan.

Putusan hakim ini lebih rendah dibandingkan tuntutan jaksa KPK. Sebelumnya, jaksa menuntut Ending dihukum 4 tahun penjara dan denda Rp150 juta serta 2 tahun penjara dan denda Rp 100 juta terhadap Johny.

Hakim menyatakan Ending dan Johny bersalah terbukti memberi suap sebesar Rp 400 juta, satu unit mobil Toyota Fortuner, dan satu unit ponsel Samsung Galaxy Note9 kepada Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Mulyana.

Suap itu diberikan agar Mulyana memuluskan pencairan proposal bantuan dana hibah kepada Kempora dalam rangka pelaksanaan tugas pengawasan dan pendampingan program peningkatan prestasi olahraga pada ajang Asian Games 2018 dan Asian Paragames 2018. Dalam proposal itu KONI mengajukan dana Rp 51,52 miliar.

Selain itu, pemberian tersebut juga dilakukan guna memuluskan pencairan usulan kegiatan pendampingan dan pengawasan program SEA Games 2019 tahun anggaran 2018.

Atas tindak pidana yang dilakukannya, Ending dan Johny melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Mendengar putusan Hakim, kedua petinggi KONI tersebut masih berpikir-pikir untuk mengajukan upaya hukum lain atau menerima vonis tersebut.



Sumber: Suara Pembaruan