Pansel Cari Capim KPK yang Paham Revolusi Industri 4.0

Pansel Cari Capim KPK yang Paham Revolusi Industri 4.0
Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK Yenti Ganarsih (keempat kiri), Wakil Ketua Panitia Seleksi Indriyanto Seno Adji (kedua kanan) dan anggota Pansel (dari kiri) Al Araf, Hamdi Moeloek, Harkristuti Harkrisnowo, Diani Sadia Wati, Mualimin Abdi, Hendardi dan Marcus Priyo Gunarto berjabat tangan bersama usai menyampaikan keterangan pers di Gedung Utama Kemensetneg, Jakarta, Senin 20 Mei 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao )
Robertus Wardi / FER Senin, 20 Mei 2019 | 22:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mencari sosok-sosok yang paham akan revolusi industri 4.0. Pasalnya, perkembangan praktik korupsi sekarang ini mengikuti revolusi industri 4.0. Artinya, koruptor memanfaatkan kemajuan dan kecangihan teknologi dalam menjalankan praktik korupsi.

Baca Juga: Ketua KPK Minta Masyarakat Awasi Kinerja Pansel Capim

"Kita mau mereka ber­pikir mem­asuki revolusi indus­tri 4.0. Berpi­kir jauh ke sana, punya visi yang be­rstruktur sehingga bisa mempercepat pencegahan dan pemb­erantasan korupsi di masa depan," kata anggota Pansel Harkristuti Harkriswono‎ dalam konferensi pers di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Senin (20/5/2019).

Harkristuti menjelaskan, berbagai persoalan kedepan adalah banyak terkait dengan perkembangan revolusi industri 4. Pimpinan KPK harus punya pengetahuan akan perkembangan teknologi karena dapat dimanfaatkan untuk mencegah praktik menyimpang.

Baca Juga: Jokowi Sebut Figur Pansel Capim KPK Kredibel

"Sebenar­nya, kita enggak ada yang aneh-aneh, apa yang ada. Kita ber­angkat bahwa me­reka adalah orang-or­ang yang dapat diand­alkan untuk membawa Indonesia ke arah ya­ng lebih baik," ujar Harkristuti.

Harkristuti menegaskan, faktor integritas dan kapasitas juga menjadi penilaian penting dalam seleksi Capim KPK. Rekam jejak dan kompetensi yang unggul turut menentukan.

Selain itu, Pansel juga akan melakukan‎ jemput bola untuk mencari Capim-Capim berkualitas. Pansel juga akan turun ke daerah-daerah untuk mensosialisasikan pendaftaran, termasuk mencari Capim terbaik.



Sumber: Suara Pembaruan