SPDP Prabowo Ditarik, Ini Kata Fadli Zon

SPDP Prabowo Ditarik, Ini Kata Fadli Zon
Calon Presiden no.02, Prabowo Subianto didampingi oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyalurkan hak pilihnya di TPS 041 Desa Bojong Koneng, Babakan Madang, Bogor, Rabu 17 April 2019. ( Foto: BeritaSatu Photo / Emral Firdiansyah )
Hotman Siregar / JAS Selasa, 21 Mei 2019 | 21:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menilai Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) terkait kasus dugaan makar tersangka Eggi Sudjana dengan terlapor Prabowo Subianto sebagai bukti ketidakprofesionalan pihak kepolisian.

"Kemarin Pak Kivlan Zen mau keluar kemudian dicabut lagi, istrinya Pak Agus Sutomo sudah dipanggil, ditarik lagi. Ini kan menunjukkan ketidakprofesionalan. Kan sangat jelas, apa lagi namanya kalau tidak profesional?" ujar Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Anggota penasihat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi itu melihat bahwa jelas sekali penyidik menjadi alat kekuasaan, menjadi alat politik. Menurutnya, begitu ada aksi reaksi penyidik langsung berubah.

Terkait nama Prabowo yang tertulis dalam SPDP kasus makar, Fadli menyebutnya omong kosong. Menurutnya, selama ini ucapan Prabowo selalu konstitusional.

Menurut Fadli, hukum adalah milik bersama karena Indonesia adalah negara hukum. Jika hukum hanya untuk penguasa, Fadli melihat hal itu bisa berbahaya.

"Saya kira itu omong kosong lah ya. Jadi apa yang dikatakan Pak Prabowo selama ini konstitusional. Jangan mengada-ada, apalagi kalau ada orang laporan langsung dipanggil," ucapnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menarik SPDP terkait kasus dugaan makar tersangka Eggi Sudjana dengan terlapor Prabowo. SPDP itu ditarik lantaran penyidik masih perlu melakukan penyelidikan lebih mendalam mengenai kasus Eggi.



Sumber: BeritaSatu.com