Polisi Tindak Tegas Pendemo yang Berkumpul Kembali di Depan Bawaslu

Polisi Tindak Tegas Pendemo yang Berkumpul Kembali di Depan Bawaslu
Petugas polisi menjaga massa aksi Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat yang melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung Bawaslu, Jakarta, Selasa 21 Mei 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao )
/ JAS Selasa, 21 Mei 2019 | 23:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Aparat kepolisian mulai melakukan tindakan tegas pada massa aksi demonstrasi di depan kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019) malam.

Setelah sempat membubarkan diri, massa kembali berkonsentrasi di depan Gedung Bawaslu pada pukul 21.30 WIB dan melakukan orasi-orasi.

Namun bukan hanya orasi, para peserta aksi demonstrasi juga sempat merusak pagar barikade.

Sekitar pukul 22.15 WIB massa dimediasi oleh Wakapolres Jakarta Pusat AKBP Arie Ardian, namun massa terus bersikap provokatif bahkan menantang petugas.

"Tembak pak tembak. Semua pasti mati kok," ujar salah satu massa aksi yang ditenangkan oleh Wakapolres.

Akhirnya sekitar pukul 22.35 WIB polisi menindak tegas dengan menghalau massa ke arah Jalan Wahid Hasyim.

Beberapa orang terlihat diamankan dan digelandang oleh anggota kepolisian dari Sabhara dan Brimob ke Gedung Bawaslu.

Peserta aksi protes damai yang sebelumnya sudah mulai membubarkan diri sekitar pukul 20.30 WIB tampak kembali berkerumun di depan Gedung Bawaslu RI, Jakarta, Selasa malam pukul 21.30 WIB.

Massa aksi berkumpul di jalur Transjakarta yang menuju arah Monas. Blokade jalan dan kawat berduri masih terpasang di sepanjang trotoar gedung Bawaslu menghadap Jalan MH Thamrin.

Massa yang berdatangan kembali tampak menyoraki setiap kendaraan keamanan yang melintas di depan Gedung Bawaslu.

Sebelumnya, satu ruas jalan menuju Bundaran HI sudah dibuka sejak aksi membubarkan diri.



Sumber: ANTARA