PSI: Polisi Harus Tangkap Elite yang Provokasi Massa

PSI: Polisi Harus Tangkap Elite yang Provokasi Massa
Situasi bentrok´┐Żmassa pendemo´┐Żyang melempari polisi di Jatibaru, Jakarta, Rabu (22/5/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Yustinus Paat / JAS Rabu, 22 Mei 2019 | 15:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendorong Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengambil langkah tegas dalam merespons aksi massa yang diwarnai kekerasan dalam dua hari terakhir. PSI berharap pihak kepolisian tidak ragu.

"Kepolisian tidak perlu ragu, tangkap para elite politik yang memprovokasi warga turun ke jalan dan membuat onar. Tindakan tegas terhadap tokoh di balik aksi kerusuhan adalah langkah penting dalam pemulihan keamanan," kata juru bicara PSI, Andy Budiman, dalam keterangan tertulis, Rabu (22/5/2019)

Andy menegaskan, dalam negara demokrasi, negara berkewajiban melindungi keselamatan semua warganegara. Atas dasar itu, polisi bisa bertindak, pertama-tama dengan menangkapi para elite yang memprovokasi kerusuhan.

"Demokrasi bukan berarti orang bisa berbuat semaunya. Justru demokrasi itu didasarkan pada prinsip hukum dan penghormatan atas hak orang lain yang dirugikan akibat aksi yang disertai kekerasan. Ada batas tegas antara mengekspresikan pendapat yang sah dalam negara demokrasi dengan tindak kekerasan yang mengancam ketertiban umum," pungkas Andy.

Dalam dua hari terakhir, massa pendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno turun ke jalan menolak hasil pemilihan presiden. Sebagai buntutnya, bentrokan antar massa dengan aparat keamanan terjadi di sejumlah titik di Jakarta.



Sumber: BeritaSatu.com