KPK Kembali Periksa Menag Lukman Hakim

KPK Kembali Periksa Menag Lukman Hakim
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berbincang dengan mantan Mendagri Gamawan Fauzi sebelum menjalani pemeriksaan di kantor KPK, Jakarta, Rabu, 8 Mei 2019. ( Foto: ANTARA FOTO / Sigid Kurniawan )
Fana Suparman / FMB Kamis, 23 Mei 2019 | 10:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadwalkan memeriksa Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Kamis (23/5/2019). Lukman bakal diperiksa sebagai saksi kasus dugaan jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemag) yang menjerat mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy.

"Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RMY‎ (Romahurmuziy)," kata Jubir KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (23/5/2019).

Diketahui, Lukman pernah diperiksa tim penyidik terkait kasus ini pada Rabu (8/5/2019) lalu. Saat itu, tim penyidik mencecar Lukman mengenai uang Rp 180 juta dan US$ 30.000 yang berada di laci meja ruang kerjanya di Kantor Kemag. Uang tersebut disita tim penyidik saat menggelar Kantor Kemag beberapa waktu lalu lantaran diduga terkait dengan kasus dugaan suap jual beli jabatan. Selain itu, penyidik juga mengonfirmasi Lukman mengenai kewenangannya dan proses seleksi jabatan tinggi di Kementerian Agama. Tak hanya itu, penyidik juga mencecar Lukman soal komunikasi dan pertemuannya dengan Romy terkait proses seleksi jabatan di Kemag.

Selain soal jual beli jabatan, KPK juga memanggil Menteri Agama Lukman Hakim pada Selasa (21/5/2019). Lukman saat itu dimintai keterangan terkait perkara yang masih dalam tahap penyelidikan.

"Dimintai keterangan ‎soal penyelenggaraan haji," kata Febri.

Dalam kasus jual beli jabatan, KPK menetapkan Romy bersama Kepala Kantor Kemag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kakanwil Kemag Provinsi Jatim, Haris Hasanuddin sebagai tersangka. Muafaq dan Haris diduga telah menyuap Romy untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemag. Muafaq mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kemag Kabupaten Gresik dan Haris mendaftar sebagai Kakanwil Kemag Provinsi Jatim.

Pada 6 Februari 2019, Haris mendatangi kediaman Romy dan menyerahkan uang sebesar Rp 250 juta untuk memuluskan proses seleksi ini sesuai kesepakatan. Saat itu, KPK menduga telah terjadi pemberian suap tahap pertama.

Namun, pada pertengahan Februari 2019, pihak Kemag menerima informasi bahwa nama Haris Hasanuddin tidak lolos seleksi untuk diusulkan ke Menteri Agama karena pernah mendapatkan hukuman disiplin.

KPK menduga telah terjadi kerjasama antara Romy dan pihak-pihak tertentu termasuk pejabat Kemag untuk tetap meloloskan Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil Kemag Provinsi Jatim.

Selanjutnya, Haris Hasanuddin dilantik oleh Menag sebagai Kakanwil Kemag Jatim pada awal Maret 2019. Setelah Haris lolos seleksi dan menjabat Kakanwil Kemag Jatim, Muafaq meminta bantuan kepada Haris untuk dipertemukan dengan Romy. Pada Jumat (15/3/2019) lalu, Muafaq, Haris, dan Calon Anggota DPRD Kabupaten Gresik dari PPP, Abdul Wahab menemui Romy untuk menyerahkan uang Rp 50 juta terkait kepentingan jabatan‎ Muafaq.



Sumber: Suara Pembaruan