KPK Telaah Dokumen Sitaan Kasus Pengadaan Kapal di BC
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

KPK Telaah Dokumen Sitaan Kasus Pengadaan Kapal di BC

Kamis, 23 Mei 2019 | 15:37 WIB
Oleh : Fana Suparman / YS

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menelaah sejumlah dokumen terkait pengadaan kapal patroli di Ditjen Bea dan Cukai serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Dokumen-dokumen itu disita tim penyidik dari sejumlah lokasi terkait penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan kapal di Bea Cukai dan KKP beberapa waktu lalu.

“Kami mempelajari dokumen-dokumen yang sudah didapatkan dalam proses penggeledahan di sekitar lima lokasi minggu lalu ya,” kata Jubir KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (23/5/2019).

Selain menelaah dokumen-dokumen yang telah disita, tim penyidik juga bakal segera memeriksa sejumlah pihak, terutama empat orang yang telah menyandang status tersangka. Febri mengatakan, pemanggilan dan pemeriksaan terhadap pada pihak terkait akan dilakukan dalam waktu dekat sesuai kebutuhan penyidikan.

“Pemeriksaan saksi atau tersangka juga segera akan dilakukan sesuai dengan kebutuhan penyidik,” katanya.

Diketahui, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka terkait dua perkara dugaan korupsi pengadaan kapal yakni di Bea Cukai dan KKP. Empat orang itu yakni Amir Gunawan selaku Direktur Utama PT Daya Radar Utama; Istadi Prahastanto Pada Pembuat Komitmen (PPK) Bea dan Cukai; Heru Sumarwanto selaku Ketua Panitia Lelang di Bea Cukai serta Aris Rustandi selaku PPK KKP.

Dalam perkara pengadaan kapal di Bea Cukai, Istadi, Amir dan Heru diduga melakukan sejumlah perbuatan melawan hukum dalam proses pengadaan hingga pelaksanaan pekerjaan pengadaan 16 kapal patroli cepat (Fast Patrol Boat/FCB) di Ditjen Bea dan Cukai. Salah satunya, mengarahkan panitia lelang agar memilih PT DRU untuk menggarap proyek tahun jamak 2013-2015 senilai Rp 1,12 triliun tersebut. Namun, setelah dilakukan uji coba, kecepatan dan sertifikasi dual-class 16 kapal patroli itu tidak sesuai dengan yang dipersyaratkan di kontrak.

Meski tidak sesuai, pihak Ditjen Bea dan Cukai tetap menerima dan menindaklanjuti pembayaran. Selama proses pengadaan Istadi dan kawan-kawan menerima 7.000 Euro sebagai sole agent mesin yang dipakai oleh 16 kapal patroli cepat tersebut. Dugaan kerugian negara dalam perkara ini mencapai Rp 117,73 miliar.

Kapal KKP
Sementara dalam perkara dugaan korupsi pengadaan kapal di KKP, Amir dan Aris diduga melakukan sejumlah perbuatan melawan hukum terkai penandatangan kontrak kerja pengadaan 4 unit kapal 60 meter untuk Sistem Kapal Inspeksi Perikanan (SKIPI) pada Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP. Nilai kontrak proyek ini US$ 58,3 juta.

Aris diketahui membayar seluruh termin pembayaran proyek pengadaan empat kapal SKIPI kepada PT DRU senilai US$ 58,3 juta atau setara Rp 744,08 miliar. Padahal, biaya pembangunan empat kapal itu hanya Rp 446,26 miliar.

Tak hanya itu, KPK menduga terdapat sejumlah perbuatan melawan hukum lain dalam proses pengadaan. Di antaranya, belum adanya engineering estimate, persekongkolan dalam tender, dokumen yang tidak benar dan sejumlah PMH lainnya. Empat kapal SKIPI itu juga diduga tidak sesuai spesifikasi yang diisyaratkan dan dibutuhkan, misalnya kecepatan tidak mencapai syarat yang ditentukan, kekurangan panjang kapal sekitar 26 cm, markup volume plat baja dan aluminium serta kekurangan perlengkapan kapal lain. Kerugian negara dari kasus ini mencapai Rp 61,54 miliar.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Mahasiswa Jadi Joki, UGM akan Berikan Sanksi Terberat

Para pelaku sendiri saat diinterogasi pihak UMS menyatakan mendapatkan upah Rp 5 juta.

NASIONAL | 23 Mei 2019

Jadikan Ramadan Momentum Kebersamaan

Jika dalam memilih pemimpin itu semua proses dilalui dengan benar, maka tidak ada alasan untuk menolak hasilnya.

NASIONAL | 23 Mei 2019

20 Polisi Terluka, Situasi Keamanan Terpantau Normal

Di Sumatera Utara ada pengrusakan kendaraan roda empat masih didalami.

NASIONAL | 23 Mei 2019

Penumpang Bus Naik 30% dari Bengkulu

Para penumpang asal Bengkulu tersebut bertujuan mudik ke kampung halaman mereka antara lain di Pulau Jawa dan Sumatera.

NASIONAL | 23 Mei 2019

Kelompok Terafiliasi ISIS Tunggangi Demo 21-22 Mei

Ada perusuh yang menggunakan narkoba.

NASIONAL | 23 Mei 2019

Layani Penukaran Uang Jelang Lebaran, BI Sulteng Siapkan Rp 1,9 Triliun

Selain menyediakan tempat pelayanan penukaran uang baru dalam berbagai pecahan, sejumlah bank juga akan melayani penukaran uang di mobil kas keliling.

NASIONAL | 23 Mei 2019

BANI Perluas Jaringan

Lembaga-lembaga arbitrase perlu bekerja sama menghadapi isu dan tantangan yang dihadapi pada masa mendatang.

NASIONAL | 23 Mei 2019

LKPD Provinsi Banten Raih Opini WTP untuk Ketiga Kalinya

"Harus kita syukuri apalagi bulan puasa ini agar jadi keberkahan,” ujar Wahidin.

NASIONAL | 23 Mei 2019

Polisi Periksa Perempuan Bercadar Bawa Tas Mencurigakan di Jalan Thamrin

"Saat ini, wanita tersebut dibawa Polda Metro Jaya untuk dilakukan pendalaman," ungkap Argo.

NASIONAL | 23 Mei 2019

LPSK Khawatirkan Keberadaan Dua Saksi Mahkota Kasus Joko Driyono

Kekhawatiran Hasto lantaran adanya kemungkinan kasus Jokdri melibatkan mafia bola

NASIONAL | 23 Mei 2019


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS