Polri: Kelompok Pemilik Senpi Tunggangi Aksi Unjuk Rasa

Polri: Kelompok Pemilik Senpi Tunggangi Aksi Unjuk Rasa
Sebuah pos polisi terbakar saat pengunjuk rasa terlibat bentrok dengan aparat pada aksi massa 22 Mei terkait hasil Pemilihan Presiden 2019, di kawasan Jalan MH. Thamrin, Jakarta, Rabu malam, 22 Mei 2019. ( Foto: ANTARA FOTO/Risky Andrianto )
Robertus Wardi / WBP Kamis, 23 Mei 2019 | 17:04 WIB

Jakarta, Beritasatu.com  - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol M Iqbal mengemukakan ada dua kelompok yang menunggangi aksi unjuk rasa tanggal 21 dan 22 Mei 2019. Kelompok pertama adalah simpatisan ISIS. Kelompok kedua adalah mereka yang memiliki senjata api (senpi).

"Mereka ini perusuh. Ini dibedakan kelompok aksi damai," kata Iqbal saat konferensi pers di Kemko Polhukam, Jakarta, Kamis (23/5/2019).

M Iqbal menjelaskan munculnya kelompok senpi berdasarkan pengakuan sekelompok orang yang sudah ditangkap Polri. Kelompok ini memiliki senpi dengan alat peredam.

"Kami sudah melakukan proses BAP (berita acara pemeriksaan) terhadap beberapa orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kemarin sudah juga diamankan tiga tersangka yang juga membawa dua senpi. Yang pertama tadi senpi laras panjang, yang kedua, laras pendek," jelas Iqbal.

Menurutnya, kelompok senpi punya target ingin membuat kerusuhan. Mereka ingin menciptakan martir atau pahlawan. Tujuannya untuk menimbulkan kemarahan publik terhadap aparat.

"Ini terus kami alami dan kejar sesuai strategi penyelidikan. Ada massa perusuh yang diamankan oleh Polda Metro Jaya yang sudah dirilis oleh pak Argo (Kabid Polda Metro, Red) 257 orang. Ada totatnya banyak. Kalau enggak salah empat orang positif narkoba. Bagaimana mau unjuk rasa kalau misalnya mereka narkoba positif," tutur M Iqbal.



Sumber: Suara Pembaruan